lpkpkntb.com – Mukjizat sendiri adalah suatu kejadian luar biasa yang sekaligus menjadi bukti keabsahan risalah yang mereka sampaikan kepada umat. Saat itu, penduduk Makkah dari kaum Quraisy pernah meminta bukti kenabian Rasulullah SAW dengan membelah bulan.

Mereka berkata dengan nada mengolok-olok, “Wahai Muhammad, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu,”
Melansir dari tulisan Abdul Syukkur dalam buku Uswah Rasulullah Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah, Rasulullah SAWย pun bertanya, “Apa yang kalian inginkan?”
Mereka menjawab, “Coba belah bulan,”
Rasulullah SAW tidak langsung menanggapi permintaan penduduk Makkah yang masih menolak dakwah beliau. Sebaliknya, Rasulullah memohon pertolongan kepada Allah SWT untuk diberi petunjuk mengatasi permintaan dari penduduk Makkah.
Hingga, turunlah perintah pada Rasulullah SAW untuk mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah SAW pun melakukannya dan bulan seketika terbelah menjadi dua dan kemudian kembali menyatu.
Orang-orang musyrik yang menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung tetap mengelak. Mereka justru berujar, “Wahai Muhammad, kamu benar-benar telah menyihir kami!”
Baca juga:
Merdeka Belajar Download RPP SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 K13 Semester 2 Tahun 2023
Para penduduk Makkah itu pun sepakat untuk menemui orang-orang yang baru pulang dari perjalanan. Pasalnya, mereka membutuhkan bukti dari saksi mata kejadian tersebut yang berada di wilayah lain. Mereka pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah.
Tibalah rombongan pertama yang melewati penuduk Makkah dari luar kota. Mereka bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan dalam perjalanan kalian?”
Rombongan itu pun menjawab, “Ya, pada suatu malam lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh satu sama lain kemudian keduanya bersatu kembali,”
Nabi Muhammad merupakan salah satu nabi yang dikaruniai beberapa mukjizat dari Allah SWT. Salah satu mukjizat yang dikaruniakan kepadanya adalah membelah bulan menjadi dua sebagaimana dikisahkan Anas bin Malik RA.
ุฃูููู ุฃููููู ู ููููุฉู ุณูุฃููููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุฃููู ููุฑูููููู ู ุขููุฉูุ ููุฃูุฑูุงููู ู ุงููุดูููุงูู ุงููููู ูุฑู ููุฃูุฑูุงููู ู ุงููููู ูุฑู ุดููููุชููููู ุญูุชููู ุฑูุฃูููุง ุญูุฑูุงุกู ุจูููููููู ูุง
Artinya: “Sesungguhnya, ahli Makkah pernah meminta kepada Rasulullah SAW supaya memperlihatkan satu tanda bukti kepada mereka. Kemudian, beliau memperlihatkan bulan yang terbelah dua hingga Gunung Hira dapat mereka lihat di antara kedua belahannya,” (HR Bukhari dan Muslim).
Menurut Ustadz Abdul Wahab Ahmad, dikutip dari islam.nu.or.id, setidaknya ada 4 alasan yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.
1. Minim catatan sejarah di masa lalu
Catatan kejadian dari empat belas abad yang lalu mungkin tidak direkam dengan baik. Sehingga dapat dimaklumi.
“Saat itu tak semua hal dicatat oleh masyarakat. Kebanyakan hanya berupa cerita dari mulut ke mulut yang kebanyakan hilang ditelan zaman,” tulis Ustadz Abdul Wahab Ahmad.
2. Tidak semua orang di bumi saat itu melihat bulan
Bisa jadi saat itu bulan tak berada pada ketinggian yang cukup untuk dilihat di daerah yang sangat jauh, sehingga bangsa lain tak melihat kejadian itu.
Artinya manusia yang waktu itu mengalami siang hari tentu tidak bisa melihat mukjizat Nabi Muhammad membelah bulan.
3. Bisa jadi bulan terbelah saat larut malam
Baca juga:Inilah 5 Kabupaten/Kota Paling Makmur di Nusa Tenggara Barat
Sehingga kebanyakan orang di berbagai negeri sudah tertidur. Atau, bisa jadi saat itu langit terhalang awan bagi bangsa-bangsa di luar Makkah.
4. Bisa jadi kejadian ini sengaja ditutupi
Bukan hal yang mustahil bahwa kisah tersebut sengaja ditutupi dan dihilangkan dari sejarah. Meskipun banyak orang yang menyaksikannya.
Sebab, jika ditemukan catatan sejarah bahwa bulan penah terbelah akan menjadi bukti bahwa kenabian Nabi Muhammad adalah benar.
“Demikianlah mukjizat Nabi Muhammad berupa terbelahnya bulan jauh lebih menakjubkan dibanding sekedar membelah laut.
Namun tetap semua mukjizat para Nabi adalah hal luar biasa yang tak bisa ditiru. Wallahualam,” tulis Ustadz Abdul Wahab Ahmad.
Itulah alasan kenapa mukjizat Nabi Muhammad membelah bulan tidak terdapat dalam catatan sejarah lainnya, di luar Al Quran dan hadist. **
