lpkpkntb.com – Hakikat bagian dari perjalanan.Jika seseorang belajar ilmu Hakikat tanpa sebelumnya di dasari dengan Syariat dan Tarekat, maka tidak akan bisa membuat jiwa menjadi tenang.
Dan pada umumnya malah terjadi perasaan gundah karena masih belum bertemu dengan apa yang dikatakan “Penerang” (cahaya qolbu).
Datangnya dorongan dari dalam diri sering tidak disadari telah terbesit rasa ingin di akui.
Merasa diri memahami, padahal adanya dorongan dari dalam itu menandakan Nafsunya belum duduk pada maqom Nya yang sebenarnya.
Hakikat itu adalah buah dari perjalanan (Suluk).
Tidak jarang ada sebagian ulama tasawuf yang menyindir secara halus untuk tidak menyebar ilmu hakikat.
Tapi sebenarnya sindiran itu hanya bagi manusia yang belum duduk pada maqom nya, Karna bukan hanya akan menyesatkan dirinya saja, akan tetapi juga bisa menyesatkan bagi orang lain.
lmu hakikat dari seorang Guru Mursyid itu hanyalah sebatas penerang.
Sedangkan untuk berjalan dirimu harus mengarunginya dan masuk kedalam Nya sendiri.
Hakikat itu ilmu Yaqin bukan ilmu katanya.
Yaqin itu setelah dirimu merasakan nya sendiri, mengenalnya sendiri.
Jika ingin mengenal isi carilah yang dapat mengajari cara mengupasnya.
Jika ingin tahu rasanya kopi maka cicipilah dan seruputlah kopimu sendiri dan rasakan lah pahit dan manisnya.
Mengenal Allah itu bukan dengan tulisan, mengenal Allah itu bukan dengan pemahaman namun mengenal Allah itu adalah dengan cara merasakan sehingga akal akan mengerti juga sadar dan menyadari, akan siapa yang ada dalam diri ini yang disebut lebih dekat dari urat nadi.
Dimana disitulah akan ditemui perasaan damai tenang lapang dan lembut.
Dengan merasakan saja sudah begitu dahsyatnya kekuatan tuhan itu merubah keadaan diri, hati yang sempit jadi lapang pikiran yang berat jadi nyaman.
Hati yang keras jadi damai.
Yang tidak tau diberi tau yang tidak mengerti difahamkan yang tidak boleh dibolehkan selama tidak melanggar syariah.
Belum lagi hiburan- hiburan dan bonus-bonus yang lain yang Allah berikan, berupa kemudahan, pertolongan, perlindungan, yang pada akhirnya akan membuat hidup menjadi nikmat dan berbahagia. (*)
