lpkpkntb.com – Sejumlah Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani (Penjas) menggelar latihan rutin seni beladiri Pencak Silat peninggalan leluhur Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariatan Rayon Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, Jln Langko Mataram.

Saat di temui media, Pelatih Rayon UNU NTB (Mahasiswa Penjas) Sauki mengatakan, ” Seni bela diri pencak silat merupakan warisan tradisi budaya Bangsa Indonesia, ” terangnya.
Baca juga:
Segera Angkat Kaki! Ormas Sasaka Nusantara NTB Ultimatum PT. Sumber Alfaria Trijaya
Kegiatan latihan pencak silat di rayon dero ini rutin di laksanakan seminggu 3 kali agar dapat memupuk rasa persaudaraan dan juga mendalami ilmu budi luhur setia hati Terate.
Menurutnya, ” Latihan di rayon UNU NTB ini di laksanakan 3 kali dalam seminggu, malam Selasa, Rabu dan Malam Sabtu. latihan khusus Mahasiswa UNU NTB yang dipegang langsung oleh ketua Rayon Mas Dayat, dari Prodi Sistem Informasi (SI)”.
Baca juga:
Ribuan Maba Gabung di UNU NTB, Wakil Ketua PMB Tinjau Kesiapan UTBK
” Selain Mahasiswa menjadi insan Setia Hati Terate yang berbudi pekerti luhur tahu benar dan salah, mereka harus juga di latih fisik dan pencak untuk mencapai prestasi, dengan latihan dan diikutsertakan dalam kejuaraan pencak silat,” tandasnya Oki panggilan akrab dikampus.
Baca juga:
Kata Dia, ” Selain mengajarkan Pencak silat kita juga diajarkan tentang persaudaraan, dan juga Keagamaan”.
Untuk diketahui 5 Panca Dasar dalam PSHT diantaranya:
1. Persaudaraan. Dalam pandangan PSHT, persaudaraan merupakan hal yang kekal dan abadi. Dalam pandangan PSHT, persaudaraan merupakan hal yang kekal dan abadi. Persaudaraan mengacu pada tindakan hormat menghormati, sayang menyayangi, dan bertanggung jawab.
Prinsip persaudaraan tidak membedakan seseorang menurut latar belakang atau statusnya. Selain itu, penghayatan dan kesadaran tinggi menjadi dua hal yang diperlukan untuk persaudaraan abadi.
Baca juga:
Salah Satu Calon Mahasiswa Baru Sudah Melirik UNU NTB Semenjak Masih di MTs
2. Olahraga. Olahraga merupakan kegiatan fisik yang mampu meningkatkan kebugaran jasmani.
3. Beladiri. Beladiri dipandang sebagai bentuk kesenian untuk mempertahankan diri. Dalam hal ini, PSHT memilih pencak silat sebagai olahraga beladiri. Ini karena pencak silat berguna untuk membela diri dan bersumber pada kepribadian serta jadi diri asli bangsa Indonesia.
4. Kesenian. Kesenian mengacu pada pencak silat sebagai seni dan warisan leluhur yang didalamnya mengandung falsafah kesederhanaan, kehalusan, kelemahlembutan, dan juga kekuatan.
5. Kerohanian. Membangun jiwa kerohanian merupakan hal yang penting. Sebab, kerohanian dapat menciptakan keseimbangan antara raga dan jiwa. Tanpa kerohanian, seseorang bisa saja menjadi sombong dan suka pamer.
Oleh sebab itu, PSHT menjadikan kerohanian sebagai bagian dari panca dasar. Sehingga, siswanya berbudi luhur dan tidak tenggelam dalam kesombongan. **
