Cinta Tak Terpenjara: Agus Difabel Menikah dari Balik Jeruji dengan Adat Bali

Avatar of lpkpkntb
I Wayan Agus Suwartama alias IWAS
I Wayan Agus Suwartama alias IWAS

Lombok Barat – Di tengah keterbatasan fisik dan status hukum yang sedang dijalani, I Wayan Agus Suwartama alias IWAS tetap memaknai cinta sebagai anugerah yang layak dirayakan. Meski masih menjadi tahanan di Rutan Kelas IIA Kuripan, Lombok Barat, Agus resmi melepas masa lajang dengan menikahi pujaan hatinya, Ni Luh Nopianti, dalam sebuah rangkaian prosesi adat Bali yang penuh haru.

Baca Juga:Terungkap! Dokter Muda RSHS Perkosa Keluarga Pasien, Dipecat dari PPDS Unpad

Meskipun tidak dapat hadir secara fisik karena statusnya sebagai tahanan dalam kasus dugaan pelecehan seksual, pernikahan tetap dilangsungkan dengan menggantikan kehadiran Agus menggunakan keris putih sebagai simbol mempelai pria.

Cinta di Balik Jeruji

Agus, seorang difabel dengan kondisi buntung, tidak dapat hadir secara fisik di lokasi pernikahan. Namun, semangatnya untuk tetap menjalani prosesi suci tersebut ditopang oleh dukungan keluarga, pihak rutan, dan pasangannya yang setia. Pernikahan tetap dilangsungkan secara sah secara agama dan adat, dengan representasi dan restu dari keluarga kedua belah pihak.

Prosesi Adat Bali yang Sarat Makna

Pernikahan ini tetap mengedepankan adat Bali, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur. Prosesi dimulai dengan ngekeb dan mewidhi widana, yang dilaksanakan oleh pihak keluarga mempelai wanita. Suasana menjadi emosional ketika simbol-simbol pernikahan seperti banten (persembahan) dan seserahan diserahkan kepada keluarga Agus di rutan.

Resepsi dan Doa Bersama

Meski tanpa kehadiran fisik sang mempelai pria, resepsi sederhana tetap digelar dengan penuh suka cita. Para tamu hadir mengenakan busana adat Bali, menyampaikan doa dan dukungan moral kepada pasangan ini. Ni Luh Nopianti tampil anggun dalam balutan kebaya adat, menunjukkan keteguhan cinta kepada suaminya yang sedang dalam masa pembinaan.

Simbol Keteguhan dan Harapan

Pernikahan IWAS dan Nopianti menjadi bukti bahwa cinta bisa tumbuh dalam situasi yang tidak ideal.

Di balik jeruji dan keterbatasan fisik, ada kesetiaan dan keberanian yang layak menjadi inspirasi banyak orang. Dalam keterangannya, pihak Rutan Kuripan menyebut bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan terhadap hak asasi narapidana yang diatur dalam regulasi.

Untuk informasi lebih lanjut dan visualisasi prosesi pernikahan ini, Anda dapat menonton video  dilansir laman youtube detik.com berikut: