Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 November 2026 di Selong tersebut melibatkan Komite Paralimpiade Indonesia (NPCI) Kabupaten Lombok Timur. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet paralimpik berprestasi dari daerah.
Pelaksanaan klasifikasi dan tes keterampilan memiliki peran penting dalam proses pembinaan atlet. Melalui kegiatan klasifikasi, peserta akan diarahkan berdasarkan kategori disabilitas dan ketentuan masing-masing cabang olahraga. Hal ini diperlukan agar setiap atlet dapat mengikuti kompetisi sesuai dengan klasifikasi yang telah ditetapkan.
Sementara itu, tes keterampilan menjadi tahapan untuk mengetahui kemampuan dasar, potensi, serta kesiapan peserta dalam mengikuti program pembinaan olahraga secara lebih terarah.
Tidak hanya sekadar kegiatan pengukuran kemampuan, agenda ini juga menjadi kesempatan bagi Dispora dan NPCI Lombok Timur untuk mengidentifikasi calon atlet potensial yang memiliki peluang dikembangkan menjadi atlet berprestasi.
Pembinaan yang tepat sejak tahap awal diharapkan mampu melahirkan atlet paralimpik yang tidak hanya mampu bersaing pada tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga berpeluang tampil pada kejuaraan nasional hingga internasional.
Keterlibatan NPCI Kabupaten Lombok Timur dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga paralimpik. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan atlet.
Pengembangan olahraga paralimpik sekaligus menjadi wujud nyata bahwa kesempatan untuk berolahraga dan meraih prestasi harus terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, Dispora Lombok Timur diharapkan terus memperkuat perhatian terhadap pembinaan atlet paralimpik, baik dari sisi penjaringan bakat, peningkatan keterampilan, maupun penyediaan kesempatan mengikuti kompetisi.
Dengan demikian, keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Sebaliknya, melalui kesempatan, dukungan, dan pembinaan yang tepat, atlet paralimpik juga memiliki peluang besar untuk mengharumkan nama Kabupaten Lombok Timur di berbagai ajang olahraga.
Olahraga inklusif bukan sekadar memberikan kesempatan, tetapi memastikan setiap orang memiliki ruang yang sama untuk berprestasi.
