Demak, Jawa Tengah — 28 Agustus 2025. Ketua Umum DPP Ormas Sasaka Nusantara, Lalu Ibnu Hajar, mengimbau seluruh keluarga besar Sasaka Nusantara di NTB serta masyarakat umum untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah Selat Lombok, NTB.
Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi terjadinya gempa megathrust di selatan Lombok.
Menurut penjelasan Pepen Supendi, ahli seismologi BMKG, wilayah tersebut termasuk dalam kategori seismic gap, yaitu area yang belum melepaskan energi secara signifikan. Energi ini bisa saja dilepaskan secara bertahap melalui gempa kecil, atau justru menumpuk hingga dilepaskan dalam bentuk gempa besar.
“Informasi ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan agar kita semua lebih waspada,” tegas Pepen. BMKG juga menyiapkan skenario terburuk berupa potensi tsunami setinggi puluhan meter sebagai langkah antisipasi.
Selain ancaman megathrust, wilayah selatan Nusa Tenggara juga memiliki risiko gempa dari zona Outer Rise dan Sesar Naik Flores, seperti yang pernah terjadi pada gempa bermagnitudo 8,3 tahun 1977 yang memicu tsunami.
Karena teknologi belum mampu memprediksi gempa secara pasti, BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan, di antaranya:
-
Mitigasi di tingkat masyarakat.
-
Menyadari bahwa korban gempa biasanya disebabkan robohnya bangunan, pohon, atau tiang listrik, bukan gempanya langsung.
-
Pembangunan rumah tahan gempa sebagai mitigasi struktural.
-
Kesiapan di rumah tangga, seperti menyiapkan jalur evakuasi, menentukan titik kumpul aman, dan menata perabot agar tidak berbahaya saat gempa.
Menanggapi hal tersebut, Lalu Ibnu Hajar mengajak seluruh pengurus dan keluarga besar Sasaka Nusantara se-NTB yang berjumlah sekitar 10.000 orang untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan selalu berdoa.
“Pada hakikatnya semua yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. Kita berdoa semoga NTB terhindar dari gempa besar, dan seluruh masyarakat selalu dalam lindungan-Nya,” ujar Lalu Ibnu Hajar.

