Emang sadis, Wajah Anak Durhaka: Peluru untuk Ibu Kandung

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2025 04 26 13 47 34 46 f598e1360c96b5a5aa16536c303cff922

Peristiwa tragis terjadi di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada Kamis, 24 April 2025, sekitar pukul 13.30 WIB.

Baca Juga: REAKSI Tiga Desa: Ketara, Tanak Awu, Penujak Menolak Taksi Blue Bird di BIL

Seorang mahasiswa bernama Gusmadi Wiranata (23) menembak mati ibu kandungnya, Hely Febriyanti (50), yang menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Bangun Rejo.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan polisi, insiden bermula ketika Hely baru pulang dari menghadiri pesta pernikahan warga dan bersiap untuk melanjutkan kegiatan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kantor desa. Gusmadi kemudian menanyakan perihal uang sebesar Rp 3 juta yang baru diterima ibunya dari pembayaran utang. Permintaan Gusmadi untuk mendapatkan bagian dari uang tersebut ditolak oleh Hely, yang memicu perdebatan antara keduanya.

Dalam kondisi emosi, Gusmadi mengambil senjata api rakitan jenis pistol dari kamar dan mengacungkannya ke arah ibunya. Saat Hely mencoba menepis senjata tersebut, pistol meletus dan peluru mengenai paha kanan bagian dalam Hely. Korban segera dilarikan ke Puskesmas Purwodadi dan dirujuk ke RS Charitas, namun nyawanya tidak tertolong.

Penangkapan dan Barang Bukti

Setelah kejadian, Gusmadi sempat melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian tidak jauh dari lokasi kejadian. Polisi mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan, satu unit mesin DVR CCTV, dan pakaian milik korban dan pelaku.

Proses Hukum

Gusmadi kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres OKU Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kepemilikan senjata api ilegal dan perlunya pendekatan dalam menyelesaikan konflik keluarga secara damai.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menonton video berikut yang merangkum kronologi kejadian: