Finance Bermasalah, Masyarakat Jangan Jadi Korban Adu Domba!

Avatar of lpkpkntb
IMG 20250614 WA0017
ketua Sasaka Nusantara NTB

Ketua Umum Sasaka Nusantara NTB, Lalu Ibnu Hajar, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau diadu domba oleh perusahaan pembiayaan (finance) menyusul insiden yang terjadi di Kantor Cabang PT. LNI Mantang, Kabupaten Lombok Tengah.

Menurutnya, peristiwa yang sempat viral di media sosial itu merupakan akibat dari kesalahan komunikasi dan kebijakan di lapangan. “Kami menilai insiden tersebut bukan sepenuhnya kesalahan masyarakat, tetapi akibat dari kebijakan perusahaan finance yang tidak tepat,” ujarnya, Senin (21/10).

Ibnu Hajar mendukung langkah spontan Lalu Muhibban, anggota DPRD NTB sekaligus keluarga debitur, yang langsung turun ke lapangan untuk melakukan diplomasi di kantor PT. LNI. “Kami apresiasi sikap cepat dan komunikatif Lalu Muhibban. Itu bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menyayangkan adanya insiden yang terjadi di lapangan, namun berharap semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini dengan damai dan kekeluargaan. “Kita harus menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin. Jangan sampai masyarakat dan aparat bentrok akibat provokasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sasaka Nusantara menyoroti praktik penarikan kendaraan oleh debt collector yang dinilai menyalahi aturan. “Penarikan unit jaminan fidusia oleh PT atau DC tanpa putusan pengadilan jelas melanggar undang-undang,” kata Ibnu Hajar.

Ia menjelaskan, mekanisme penarikan objek jaminan fidusia harus dilakukan sesuai prosedur hukum. Jika ada kesepakatan antara pemberi dan penerima fidusia, maka penarikan dapat dilakukan dengan menunjukkan akta fidusia resmi serta surat kuasa penarikan. Namun jika tidak ada kesepakatan, penarikan harus melalui putusan pengadilan.

“Kami mengingatkan agar masyarakat memahami hak-haknya dan tidak mudah diprovokasi oleh perusahaan finance yang ingin mengadu domba antara debitur dan aparat,” tutupnya.