Inilah Skenario Jokowi dan Megawati Satu Frekuensi, Anies Baswedan Sudah Bisa Dipastikan Tak Bisa Melawan!

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb – Jakarta – Direktur eksekutif parameter Publik Indonesia, Ras Md buka-bukaan terkait dengan kesempatan Anies Baswedan untuk menang di Pilpres 2024.

38334641
Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi /Instagram @presidenmegawati

Dirinya memberikan beberapa skenario, salah satunya adalah jika Megawati Soekrnoputri dan Joko Widodo alias Jokowi menyatukan pikirannya demi kontestasi politik tersebut.

Hasilnya adalah sudah bisa dipastikan bahwa mantan menteri pendidikan tersebut akan kewalahan dalam Pilpres 2024.

“Tentu Anies akan kewalahan menghadapi poros ini. Apalagi jika Anies salah memilih pasangan,” terang Ras Md kepada fajar.co.id, Rabu (23/11/2022).

Poros ini sendiri kemungkinan besar akan mengusung Prabowo-Ganjar, sebuah poros berat bagi Anies karena ada dua alasan.

Alasan utama adalah intervensi kekuasaan. Ia menjelaskan mudah bagi Jokowi memainkan irama kekuasaannya dalam mengawal kemenangan sang jagoan.

Alasan kedua adalah konsilidasi kelompok pemilih rezim pemerintahan akan mudah terbangun.

Karena hanya satu poros saja yang diusung oleh kelompok rezim. “Tentu asosiasi pemilih jokowi cenderung solid,” ungkapnya.

Sehingga tergambar jika pada Pilpres mendatang hanya dua faksi pemilih saja. Pemilih antitesa rezim dan juga pemilih rezim Jokowi.

Dimana kelompok tidak puas rezim Jokowi akan cenderung ke Anies. Begitupun sebaliknya. Para pendukung rezim Jokowi memilih figur yang direstui oleh Jokowi.

Beda cerita jika terjadi skenario tiga pasang capres. Anies, Prabowo dan juga Ganjar. Dalam simulasi ini, potensi Anies memenangkan pertarungan cukup terbuka. Walaupun potensi dua putaran bakal terjadi.

Mengapa Anies berpeluang? Karena konsetrasi pemilih rezim Jokowi akan terpecah walaupun Ganjar akan lebih unggul dari Prabowo dalam menggaet pemilih Jokowi.

Menurutnya di kelompok antitesa rezim, tentu solid ke Anies. Sehingga peluang figur masuk ke putaran selanjutnya hanya Anies dan Ganjar saja.

Lalu kemana migrasi pemilih prabowo jika putaran kedua? “Tentu kecenderungannya lebih besar ke Anies. Faktor irisan suara antara Anies dan Prabowo cukup kuat,” tandasnya. dilansir melalui Wartaekonomi.co.id.