Jakarta —
Baca:JADWAL CPNS 2026 DIBUKA JULI! Alhamdulillah, Batas Usia Pelamar Resmi Ditambah, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Fenomena ini menjadi perhatian luas karena menampilkan pemandangan unik berupa cincin cahaya terang di sekeliling matahari. Dalam peristiwa tersebut, bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari, melainkan menyisakan lingkaran cahaya yang menyerupai cincin api di langit.
Baca:Jangan Kaget Empat fase yang akan terjadi dan dirasakan tubuh selama berpuasa
Berdasarkan data astronomi, puncak gerhana matahari cincin ini akan terjadi pada pukul 07.12 EST atau setara dengan pukul 19.12 WIB. Pada fase annular, bulan akan menutupi sekitar 96 persen piringan matahari, sehingga cahaya matahari masih tampak di bagian tepinya.
Fenomena “cincin api” ini terjadi karena posisi bulan berada pada jarak yang relatif lebih jauh dari bumi. Akibatnya, ukuran tampak bulan terlihat lebih kecil dibandingkan matahari, sehingga tidak mampu menutup piringan matahari secara sempurna.
Klik:Ketahui Ciri-Ciri Orang Mendapat Malam Lailatul Qadar
Jalur Pengamatan Sangat Terbatas
Tidak seperti gerhana matahari total yang dapat disaksikan dari wilayah yang lebih luas, fase annular hanya bisa diamati dari jalur sempit yang disebut jalur annularity. Jalur ini membentang sepanjang sekitar 4.282 kilometer dengan lebar kurang lebih 616 kilometer.
Pada peristiwa 17 Februari 2026 mendatang, jalur annularity tersebut hanya melintasi wilayah yang sangat terpencil, yakni Antartika. Kondisi ini membuat kesempatan menyaksikan langsung fenomena cincin api menjadi sangat terbatas, bahkan bagi para pemburu gerhana sekalipun.
“Tahun ini, fase cincin hanya dapat terlihat dari wilayah Antartika, sehingga jumlah pengamat langsung yang bisa menyaksikannya sangat sedikit,” tulis laporan astronomi yang dikutip dari Space.
Meski demikian, bukan berarti fenomena ini sepenuhnya tak bisa dinikmati masyarakat dunia. Beberapa wilayah lain, seperti sebagian Antartika, Afrika bagian selatan, serta kawasan selatan Amerika Selatan, masih berkesempatan melihat gerhana matahari parsial, di mana bulan hanya menutupi sebagian piringan matahari.
Bisa Disaksikan Secara Daring
Bagi masyarakat yang berada di luar jalur pengamatan, fenomena gerhana matahari cincin ini tetap dapat diikuti melalui siaran langsung daring. Sejumlah lembaga astronomi dan observatorium internasional biasanya menyiarkan peristiwa gerhana secara real time melalui platform digital.
NASA dan beberapa lembaga antariksa internasional kerap menyediakan tayangan langsung dengan kualitas tinggi, lengkap dengan penjelasan ilmiah. Namun hingga saat ini, detail resmi mengenai jadwal dan platform siaran langsung masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari penyelenggara.
Pengamatan daring ini dinilai menjadi solusi paling aman dan praktis, mengingat gerhana matahari tidak boleh disaksikan secara langsung dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus karena berisiko merusak retina mata.
Proses Terjadinya Gerhana Matahari
Secara astronomi, gerhana matahari terjadi ketika bulan berada tepat di antara matahari dan bumi pada fase bulan baru, sehingga bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi.
Terdapat beberapa jenis gerhana matahari, di antaranya gerhana matahari total, parsial, dan annular. Pada gerhana matahari total, bulan menutupi seluruh piringan matahari. Sementara pada gerhana annular, ukuran tampak bulan lebih kecil sehingga menyisakan cahaya matahari di bagian tepi.
Fenomena annular inilah yang menciptakan efek visual menyerupai cincin bercahaya atau “ring of fire” yang menjadi daya tarik utama bagi para pengamat langit.
Momentum Jelang Ramadan
Menariknya, kemunculan gerhana matahari cincin ini bertepatan dengan hari-hari terakhir menjelang Ramadan. Dalam sejarah, fenomena astronomi kerap menjadi perhatian tersendiri di kalangan masyarakat, baik dari sisi ilmiah maupun spiritual.
Meski tidak memiliki kaitan langsung dengan penentuan awal puasa, kehadiran fenomena langit ini menambah warna tersendiri menjelang bulan suci, sekaligus menjadi pengingat akan keteraturan dan keagungan alam semesta.
Dengan keterbatasan wilayah pengamatan langsung, masyarakat diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi resmi serta memanfaatkan siaran daring agar tetap dapat menyaksikan fenomena langit langka ini secara aman dan edukatif.
