Klarifikasi Gibran Rakabuming Seusai Dipanggil Bawaslu Pusat, Berikut Keterangannya

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat tiba di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat, Rabu (4/1).

Gibran Rakabuming Raka yang berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 ini dipanggil Bawaslu Jakarta Pusat untuk klarifikasi terkait laporan dugaan pelanggaran kampanye.

Baca Juga:

Hasil Survei Terbaru Januari 2024 Dari 3 Paslon Anies, Prabowo, dan Ganjar Pasangan Ini Mendominasi

Ketika hadir dalam pemanggilan ini, putra Presiden Joko Widodo tersebut didampingi sejumlah petinggi partai politik pengusung yang tergabung dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.

Klarifikasi Gibran ke Bawaslu Pusat

Mengutip dari pantauan Liputan6.com. Putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu mengaku tak ada kesiapan apapun terkait pemanggilan klarifikasi tersebut.

“Enggak ada persiapan,” ucapnya.

Dia langsung memasuki gedung untuk menemui para pimpinan Bawaslu Jakarta Pusat. Dia tampak didampingi Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Aminuddin Ma’ruf.

Kemudian, ada Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Habiburokhman dan Komando Tim Hukum dan Advokasi TKN Prabowo-Gibran, Hinca Pandjaitan. Mereka telah tiba lebih dulu.

Sementara,  keterangan dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Habiburokhman mengatakan kedatangannya dan Gibran ke kantor Bawaslu Jakarta Pusat untuk mendengar apa yang ingin ditanyakan Bawaslu Jakarta Pusat terkait pembagian susu.

Baca Juga:

Pasangan Prabowo dan Gibran Satu Putaran, Kunjungan TKD Provinsi Dengan TKD Kota Mataram

Selain itu, Gibran ingin mengklarifikasi apakah perkara tersebut sama dengan yang diputus Bawaslu RI dimana Gibran dinyatakan tak bersalah.

“Kalau sama kan berarti namanya Ne Bis In Idem, tentu enggak bisa dini. Makanya sebagai warga negara yang taat hukum, Mas Gibran berkeras untuk hadir hari ini,” ujar dia di Kantor Bawaslu Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut dia, TKN merasa pemanggilan Gibran oleh Bawaslu Jakarta Pusat ini terlalu mengada-ada. Habiburokhman pun menduga apakah ada indikasi politik terkait pemanggilan Gibran.

“Yang kami rasakan, ya. Kami mendapatkan masukan dari masyarakat, ini apalagi? Apakah ada indikasi atau kemungkinan ada oknum di sini yang bermain politik gitu lho, ingin menyudutkan dan lain sebagainya. Tapi kami harus berprasangka baik ya tentu kami lihat dulu kita ketemu dulu,” tutur Habiburokhman.

(*)