Lalu Ibnu Hajar. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, dukungan terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan bagian dari tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat sipil.
Lalu Ibnu Hajar menegaskan bahwa Polri bukan hanya institusi penegak hukum, melainkan juga pilar utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, Sasaka Nusantara memandang penting adanya kolaborasi strategis antara organisasi kemasyarakatan dan institusi negara demi terciptanya stabilitas nasional yang berkelanjutan.
Sasaka Nusantara sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kearifan lokal, memandang Polri sebagai mitra strategis dalam menjaga harmoni sosial. Keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata tugas aparat negara, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.
Baca:Kuota Haji Diduga Disalahgunakan? Bos Maktour Bicara Usai Diperiksa KPK!
Sinergi ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan rasa aman, keadilan, serta kepastian hukum bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
Dalam semangat “Polri Untuk Masyarakat”, Sasaka Nusantara melihat adanya transformasi Polri yang semakin terbuka, humanis, dan responsif terhadap dinamika sosial. Pendekatan preventif, dialogis, dan berbasis pelayanan publik menjadi bukti nyata bahwa Polri terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sasaka Nusantara mendukung penuh langkah-langkah reformasi institusional Polri yang bertujuan memperkuat profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas negara.
Bukti Makin Kuat! KPK Ungkap Dugaan Penyimpangan Kuota Haji Usai Periksa Dito Ariotedjo”
Lebih lanjut, Lalu Ibnu Hajar menekankan bahwa keberadaan Polri di bawah Presiden Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi merupakan bentuk sistem komando yang jelas dan sah secara hukum. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan Polri selaras dengan arah pembangunan nasional serta kepentingan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Dengan posisi tersebut, Polri memiliki legitimasi kuat dalam menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Sasaka Nusantara juga memandang bahwa tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, mulai dari kejahatan transnasional, radikalisme, disinformasi, hingga konflik sosial berbasis identitas. Menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid. Organisasi kemasyarakatan seperti Sasaka Nusantara siap menjadi mitra Polri dalam memberikan edukasi kebangsaan, memperkuat ketahanan sosial, serta mendorong penyelesaian konflik secara damai dan bermartabat.
Komitmen Sasaka Nusantara dalam mendukung Polri juga dilandasi oleh keyakinan bahwa keamanan merupakan prasyarat utama bagi pembangunan nasional. Tanpa stabilitas keamanan, mustahil tercipta iklim investasi yang sehat, pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya kepentingan negara, tetapi juga kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Dalam konteks mengawal Indonesia menuju masyarakat yang maju, adil, makmur, dan sejahtera, peran Polri menjadi sangat strategis. Penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih akan memperkuat kepercayaan publik terhadap negara. Sasaka Nusantara berharap Polri terus konsisten menempatkan hukum sebagai panglima, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta bertindak profesional dalam setiap situasi.
Akhirnya, Lalu Ibnu Hajar mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam narasi yang melemahkan institusi negara, melainkan bersama-sama memperkuatnya melalui kritik yang konstruktif dan partisipasi yang bertanggung jawab. Dukungan terhadap Polri dalam kerangka konstitusi adalah bentuk kecintaan terhadap tanah air dan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila. Dengan sinergi yang kokoh antara Polri dan masyarakat, Sasaka Nusantara optimistis Indonesia akan terus melangkah maju sebagai bangsa yang berdaulat, berkeadilan, dan bermartabat di mata dunia.
