Mataram, — Sejumlah warga di Kota Mataram, khususnya di wilayah Cakra Barat, mengeluhkan maraknya praktik prostitusi terselubung yang diduga berkedok homestay.
Baca Juga:Polisi Ungkap Praktik Prostitusi online melalui aplikasi reservasi hotel..!! Begini Kronologinya…
Salah satu warga berinisial LAZ menyampaikan keresahannya terhadap keberadaan homestay yang dinilai tidak jelas izin operasionalnya dan merusak citra lingkungan.
“Homestay itu tidak diketahui jelas izin operasionalnya oleh warga sekitar. Yang kami lihat malah justru kerap dijadikan tempat praktik prostitusi. Ini sangat meresahkan,” ungkap LAZ saat ditemui di kediamannya.
Menurut LAZ, lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman, terutama saat malam hari. Lalu lalang kendaraan asing hingga suara-suara mencurigakan membuat warga merasa risih dan terganggu. Namun sayangnya, warga mengaku bingung harus melapor ke mana karena belum ada tindakan dari pihak terkait.
“Kami sudah capek dengan situasi ini. Tapi kami juga bingung, mau lapor ke siapa? Karena sepertinya tempat ini dibiarkan begitu saja,” tambah LAZ.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan oleh media kepada pemerintah setempat. Namun hingga berita ini diturunkan, media mengalami kesulitan untuk memperoleh nomor kontak atau pernyataan resmi dari Lurah Cakra Barat terkait keluhan masyarakat ini.
Warga berharap agar pemerintah kota maupun aparat penegak hukum segera turun tangan menertibkan homestay-homestay yang disalahgunakan tersebut. Mereka mendesak agar dilakukan pengecekan ulang terhadap izin usaha dan aktivitas di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.
“Kalau tidak segera ditertibkan, ini akan menjadi preseden buruk. Citra lingkungan kami rusak, padahal kami ingin hidup tenang,” tutup LAZ.
Warga mendesak adanya tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum agar praktik-praktik seperti ini tidak semakin menjamur dan merusak tatanan sosial di Kota Mataram.
