Main HP Sambil Di-charge, Remaja 16 Tahun di Temukan Sudah Meninggal Praya Lombok Tengah

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Insiden pilu menimpa seorang remaja 16 Tahun di Praya Lombok Tengah diduga meninggal dunia lantaran main hp sambil di charge sehingga kesentrum, korban atas nama an.Riyan.

Baca juga:

Masa Jabatan Gubernur NTB 1,5 Bulan Lagi Nilai Hutang Berkisar di Rp 77 miliar Cek Fakta?

Diketahui korban adalah Anak murid sekolah Madrasah pengadang warga Dsn Tambun Desa Pengadang Praya Tengah.

Keterengan dari Babinsa setempat Seperti informasi yang bereder melalui whatsapp.

” Yth Komandan selamat pagi Ijin melaporkan pada hari kamis 030925 agust 2023 giat Babinsa Desa Pengadang Serka Junaìdi mengecek kondisi korban an.Riyan Ardiansyah umur 16th akibat main game sambil ngecas sehingga keseterom & pas di bangun kan td pagi jam 06.30 utk pergi sekolah tau sdh gosong”.

IMG 20230803 WA0000
Korban ketika mau dimandikan.

Baca juga;

Hasil Klarifikasi Oknum Dewan Pesta Narkoba di Rehab di RSJ Terkesan Lucu dan Mengada- ada

Demikian yang dapat di laporkan selanjutnya mohon petunjuk.

baca juga;

Selain Jembatan Suramadu, Ternyata di NTB Akan Dibangun Jembatan Terpanjang di Indonesia Dana Rp 20 Triliun

Kemudian, beredar pesan singkat Assalamualaikum wrwb
Sekedar himbauan dan pemberitahuan anak murid dari ibu EKA SUSILAWATI ditemukan meninggal dan badanya gosong td pagi gara” maen game dan cas hp diatas tempat tidur
Semoga anak” dan org tua bisa LBH waspada lagi kpd anak” kita
Tampiasih wassallam 🙏🏿🙏🏿🙏🏿

Klarifikasi

Beredar di media sosial kabar almarhum meninggal bukan karena main game tapi sedang perbaiki cokrol litrik yang kebetulan dekat dengan tempat tidurnya. postingan ini di unggah melalui media sosial dan whatsap berantai

Baca juga;

NTB Masuk Urutan 10 Provinsi Termiskin di Indonesia Tapi Memiliki Keindahan Luar Biasa!

Sementara, Ayah korban, Muhammad Sahnun menceritakan Rian ditemukan tewas di dalam kamar dalam kondisi seperti telah terbakar, sementara handphone (HP) miliknya ditemukan hancur.

“Awalnya saya mau bangunkan dia Salat Subuh, tapi tumben tidak ada lampu nyala. Saya panggil juga cukup lama sekitar setengah jam tidak nyahut,” ceritanya kepada awak media.

Kemudian, dia membuka kamar anaknya dengan kunci cadangan, sontak dirinya terkejut melihat anaknya terlentang dengan kondisi kasur dan buku telah terbakar. Kendati demikian kondisi tubuh Rian masih utuh, hanya saja jari tengah sebelah kiri terlihat tinggal tulang diduga akibat terbakar.

Terbakar di atas tempat tidur, ” Habis sudah semua seperti sajadah dan Alquran. Yang anehnya tidak ada api tapi semua jadi debu (gosong, red),” imbuhnya.

Baca juga;

VIRAL! Soal Ikan Kakatua Tidak Boleh Di Konsumsi Lantas Seperti apa Alasannya?

Dijelaskan Sahnun, Rian tinggal di rumah yang berbeda namun tidak terlalu jauh. Dimana korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara itu tinggal sendiri.

Atas kejadian ini, sang ayah menganggap hal tersebut sebagai musibah,dia tidak tahu pasti apa penyebab putranya meninggal dunia di tempat tidurnya.

“Apakah karena kestrum,” terangnya.

Baca juga;

Gedung 17 Desember GOR Turide Seakan Kurang Terurus, Bagaimana Tindakan Gubernur NTB ?

Polsek praya mendapatkan laporan sekitar pukul 07.00 Wita, sementara saat ditemui petugas kondisi korban terlentang dengan wajah terbakar, tangan dan bagian pinggang mengelupas.

“Kemungkinan kejadian jam 3 atau 4 dini hari, karena masih kondisi berasap saat ditemukan,” imbuhnya.

Himbuan!

Kapolsek Praya tengah IPTU Agus Supriyatno  mengatakan, jenazah saat ini akan dimakamkan setelah Ashar dan akan disalatkan di masjid setempat, dia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat mengisi baterai HP agar kejadian serupa tak terulang. **