Viral! Anggota DPRD Main Game dan Merokok Saat Rapat Stunting

Foto Ilustrasi: Seorang anggota dewan terlihat memegang ponsel saat rapat berlangsung. Aksi tersebut menuai sorotan publik setelah video beredar luas di media sosial.
Foto Ilustrasi: Seorang anggota dewan terlihat memegang ponsel saat rapat berlangsung. Aksi tersebut menuai sorotan publik setelah video beredar luas di media sosial.

Jember – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video seorang anggota DPRD Jember yang diduga asyik bermain game sambil merokok saat rapat resmi berlangsung. Ironisnya, rapat tersebut diketahui membahas persoalan penting terkait pelayanan kesehatan serta penanganan stunting di Kabupaten Jember.

Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan menuai kecaman dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai tindakan itu tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat, terlebih saat rapat sedang membahas isu yang menyangkut hajat hidup masyarakat.

Sorotan publik pun semakin tajam. Masyarakat mempertanyakan komitmen dan keseriusan anggota dewan dalam menjalankan tugasnya, apalagi rapat tersebut digelar untuk mencari solusi atas persoalan kesehatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menanggapi polemik itu, Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyampaikan sikap tegas. Ketua AMI, Baihaki Akbar, SE., SH., meminta Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, agar segera turun tangan dan mengambil tindakan terhadap oknum anggota DPRD Jember tersebut.

“Perilaku seperti itu sangat memalukan dan mencederai kepercayaan masyarakat. Apalagi rapat yang dibahas menyangkut kesehatan dan stunting. Ini tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat,” ujar Baihaki Akbar dalam keterangannya.

AMI juga mendesak DPP Partai Gerindra untuk memberikan sanksi tegas berupa pencopotan atau pemecatan apabila yang bersangkutan terbukti melanggar etika maupun aturan internal partai. Menurut Baihaki, langkah tegas diperlukan demi menjaga marwah partai di mata publik.

Ia menilai, apabila kasus tersebut dibiarkan tanpa tindakan jelas, maka akan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, seolah partai tidak serius dalam menegakkan disiplin kader serta menjaga etika politik.

“Jangan sampai tindakan oknum ini merusak marwah partai dan mempermalukan nama besar Gerindra. Kami meminta Bapak Prabowo Subianto turun tangan dan memberikan sanksi tegas,” tegasnya.

Sementara itu, pihak DPRD Jember dan Partai Gerindra dikabarkan akan memproses kasus tersebut melalui mekanisme etik internal. Oknum anggota DPRD yang videonya viral tersebut juga disebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas tindakannya yang dinilai tidak pantas.

Kasus ini menjadi sorotan luas dan dinilai sebagai pengingat penting bagi seluruh pejabat publik agar menjaga sikap serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah rakyat, terutama saat membahas isu krusial seperti kesehatan dan masa depan generasi muda.

(Mr)