Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku terusik oleh tudingan yang mengaitkan dirinya dengan polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Kabar tersebut disampaikan oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief, melalui unggahan di platform media sosial X pada Rabu (31/12). Dalam pernyataannya, Andi menyebut SBY tengah menimbang kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan fitnah.
Andi Arief mengungkapkan, beredar narasi yang menuduh SBY bekerja sama dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam upaya menggulirkan isu bahwa ijazah Jokowi tidak sah.
Tuduhan tersebut ditegaskan tidak memiliki dasar dan dinilai menyesatkan. Menurut Andi, hubungan antara SBY dan Jokowi hingga kini berjalan baik tanpa adanya konflik politik tersembunyi.
Ia menilai pencatutan nama SBY dalam isu sensitif tersebut berpotensi mencemarkan nama baik dan tidak dapat dibiarkan berlarut-larut.
Langkah hukum pun disebut menjadi salah satu opsi serius yang sedang dipertimbangkan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus pembelaan terhadap reputasi SBY.





































![Ilustrasi: dosen killer. Dok. [Pexels./bi]](https://i0.wp.com/www.lpkpkntb.com/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_2025-12-27-20-37-37-25_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122.jpg?resize=250%2C140&ssl=1)














































































