Kasus Pramugari Gadungan Batik Air Berujung Haru, Khairun Nisa Dapat Harapan Baru

Avatar of lpkpkntb
Khairun Nisa, pramugari gadungan yang viral di media sosial.
Khairun Nisa, pramugari gadungan yang viral di media sosial. (Photo:Isti).

Khairun Nisa, 23, perempuan asal Palembang, mendadak menjadi sorotan nasional setelah aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air terbongkar dan viral di media sosial.

Peristiwa ini menyita perhatian publik karena menyangkut isu keamanan penerbangan, namun di balik kontroversi tersebut tersimpan kisah tentang mimpi yang tertunda, tekanan keluarga, dan upaya bangkit dari keterpurukan.

Baca:Pesawat CN-235 Buatan Indonesia Disebut Turut Dipakai AS saat Operasi ke Venezuela

Khairun Nisa

Nisya, sapaan akrab Khairun Nisa, diketahui bukan tanpa alasan melakukan tindakan nekat tersebut. Ia pernah mengikuti proses seleksi pramugari dengan biaya yang tidak sedikit. Sekitar Rp 30 juta telah dikeluarkan demi mengejar cita-cita berkarier di dunia penerbangan, namun hasil yang diharapkan tak kunjung datang.

Baca:CPNS 2026 Diprediksi Jadi Rekrutmen Terbesar, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Formasi yang Banyak Diburu

Di sisi lain, ekspektasi keluarga agar Khairun Nisa segera berhasil di dunia penerbangan terus membebani pikirannya. Tekanan tersebut perlahan memengaruhi kondisi mentalnya. Rasa malu, takut mengecewakan orang tua, serta keinginan untuk membanggakan keluarga mendorong Nisya mengambil jalan yang keliru.

Seragam pramugari yang dikenakannya menjadi simbol dari mimpi yang belum tercapai, sekaligus awal dari masalah yang menyeret namanya ke ruang publik. Meski begitu, cerita Nisya tidak berhenti pada stigma sebagai “pramugari gadungan”.

Di tengah badai kritik dan sorotan tajam publik, secercah harapan justru datang dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebuah lembaga pelatihan awak kabin, Aeronef Academy, membuka pintu bagi Nisya untuk kembali mengejar cita-citanya secara legal dan bermartabat.

Melalui akun resmi Instagram @aeronefacademy.official, Aeronef Academy menyampaikan dukungan moral sekaligus menawarkan pendidikan pramugari gratis kepada Khairun Nisa. Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan menuai respons positif.

Khairun Nisa

“Gagal bukan akhir dari segalanya, tapi bisa menjadi awal cerita baru yang lebih hebat,” tulis pihak Aeronef Academy dalam unggahannya. Dalam poster yang dibagikan, lembaga tersebut secara khusus memanggil Nisya yang tercatat dengan nama asli Khairun Nisa untuk mengikuti program pelatihan awak kabin tanpa biaya.

Aeronef Academy dikenal sebagai lembaga pelatihan awak kabin dengan konsep World Class Cabin Crew Training, yang menekankan pembentukan sikap profesional, etika kerja, serta kesiapan menghadapi industri penerbangan secara nyata. Kesempatan pelatihan gratis ini diharapkan menjadi titik balik bagi Nisya untuk menata ulang mimpinya dan membuktikan bahwa kesalahan di masa lalu tidak selalu menutup jalan menuju masa depan yang lebih baik. Hingga kini, keberadaan Nisya dikabarkan masih dicari.

Setelah aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air menghebohkan publik dan media sosial, Khairun Nisa akhirnya angkat bicara. Perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan itu menyampaikan permintaan maaf terbuka atas tindakannya yang dinilai meresahkan sekaligus memicu kekhawatiran terkait keamanan penerbangan.

Dalam pernyataannya, Nisya mengakui bahwa dirinya bukan awak kabin Batik Air maupun maskapai penerbangan lainnya. Ia juga membenarkan pernah mengikuti penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan mengenakan atribut lengkap pramugari.

“Saya benar melakukan penerbangan Batik Air Palembang–Jakarta. Saya menggunakan seragam pramugari,” ungkap Nisya dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial.

(*)