Sebuah kabar mengejutkan mencuat di tengah memanasnya situasi geopolitik Amerika Latin. Pesawat angkut militer CN-235 buatan Indonesia disebut-sebut turut digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam operasi ke Venezuela yang dikaitkan dengan upaya penculikan Presiden Nicolás Maduro.
Informasi tersebut menyebutkan bahwa militer AS melibatkan sedikitnya 150 pesawat militer untuk menggempur dan mengawasi wilayah udara Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Salah satu armada yang diduga ikut digunakan adalah CN-235, pesawat angkut ringan hingga menengah hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan perusahaan asal Spanyol, CASA.
CN-235 dikenal sebagai pesawat multiguna yang mampu menjalankan berbagai misi, mulai dari angkut pasukan, logistik, patroli maritim, hingga operasi intelijen. Pesawat ini telah digunakan oleh banyak negara di dunia, termasuk Amerika Serikat untuk keperluan tertentu.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi maupun konfirmasi langsung dari pihak militer Amerika Serikat terkait keterlibatan CN-235 dalam operasi tersebut. Informasi yang beredar masih bersifat dugaan dan bersumber dari laporan media internasional.
Kabar ini menjadi sorotan publik, mengingat merupakan salah satu produk unggulan industri pertahanan Indonesia yang telah menembus pasar global. Jika benar digunakan dalam operasi militer berskala besar, hal ini sekaligus menegaskan posisi strategis industri dirgantara Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait isu tersebut.





































![Ilustrasi: dosen killer. Dok. [Pexels./bi]](https://i0.wp.com/www.lpkpkntb.com/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_2025-12-27-20-37-37-25_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122.jpg?resize=250%2C140&ssl=1)








































