Luwu Utara — Penamatan siswa(i) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) DDI Masamba berlangsung meriah dan penuh nuansa religius. Tak hanya dihadiri ratusan tamu undangan, acara ini juga diwarnai momen tak terlupakan saat Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, ikut bernyanyi salawat bersama siswa diiringi musik marawis.
Baca:[Update Resmi] Formasi CPNS & PPPK 2025 di Provinsi, Kabupaten/Kota, Kementerian, dan Lembaga Negara
Bupati Turut Bersalawat, Suasana Penamatan Penuh Kehangatan
Momen langka tersebut terjadi di Lapangan Pondok Pesantren Al-Mujahidin DDI Masamba. Disambut alunan marawis, Bupati Andi Rahim larut dalam suasana dan ikut bersalawat bersama para santri. Kehadirannya membawa semangat tersendiri bagi para lulusan dan tamu undangan.
Baca:IPDN 2025 Resmi Buka Pendaftaran! Simak Link, Jadwal, dan Syaratnya di Sini
Dihadiri Tokoh-Tokoh Lintas Lembaga
Selain Bupati, acara ini turut dihadiri oleh Pj. Sekda Jumal Jayair Lussa, Anggota DPRD, Kasubag TU Kemenag Lutra, Kabid Pendidikan Islam, Ketua Baznas, Camat Masamba, Lurah Bone, hingga para kepala madrasah dan tokoh masyarakat. Kebersamaan ini memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap dunia pendidikan pesantren di Luwu Utara.
Pesan Bupati: Santri Madrasah Harus Jadi Pemimpin Masa Depan
Dalam sambutannya, Bupati Andi Rahim menyampaikan pesan penting kepada para siswa:
“Anak-anakku harus bangga sebagai alumni madrasah. Kalian adalah calon pemimpin yang berkarakter mulia dan adil di masa mendatang.”
Sambutan ini disambut antusias dan menjadi motivasi tersendiri bagi 78 siswa yang mengikuti penamatan: 31 dari MTs dan 47 dari MA.
Momen Haru: Pemasangan Medali & Penghargaan Lulusan Terbaik
Acara penamatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan untuk lulusan terbaik dan pemasangan medali oleh Kepala MTs, Muhammad Zuljalali, S.Pd.I. Suasana haru pun menyelimuti saat prosesi berlangsung dengan penuh khidmat.
Penampilan Siswa: Dari Marawis hingga Tartil Memikat Tamu
Sebagai penutup, siswa-siswi menampilkan kreasi seni yang memukau seperti tari paduppa, tari kreasi, tartil Al-Qur’an, hingga marawis. Penampilan ini menjadi bukti bahwa madrasah tak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga berkarakter dan berbakat.
(Erwin)
