Kunjungi Posyandu Mawar, Suaib Mansur: Bergerak Bersama Dalam Penanganan Stunting

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com  – Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansur berkunjung ke Posyandu Mawar Desa Mukti Jaya Kecamatan Baebunta selatan, Jum’at (09/23), kemarin.

Baca juga;

Resmi Link Pendaftaran Akun SSCASN 2023 Lengkap Jadwal nya

Diketahui, Kunjungan ke Posyandu merupakan salah satu agenda rutin Wakil Bupati Luwu Utara disetiap kesempatan. Kunjungan itu dalam rangka pemantauan pelayanan kesehatan tehadap anak. Serta sebagai upaya pemantauan percepatan penurunan Stunting di Luwu Utara.

Baca juga;

INOVATOR TERAS TANALILI KEHADIRAN INOVASI UNTUK MEMPERCEPAT PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI KAB.LUWU UTARA

Dalam kunjungannya kemarin, Suaib Memantau langsung proses penimbangan Bayi, Pendataan Bayi, dan pemberian imunisasi bagi Bayi oleh bidan dan kader posyandu.

Wakil Bupati yang karib disapa Pak SM itu hadir di Posyandu pada pukul 10 pagi. di dampingi Kepala Desa. Suaib Mansur diketahui juga sebagai ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Luwu Utara.

Sebelumnya, Terkait stunting, Mantan Kepala Dinas PUPR itu mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) terus berupaya menurunkan angka prevalensi stunting. Mengingat persoalan stunting kini menjadi isu prioritas nasional yang segera ditangani

Angka prevalensi stunting yang cenderung fluktuatif menuntut penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca juga;

Temuan Penimbunan BBM Solar Subsidi di Luwu Utara Jalan Ditempat

” Salah satu penekanan TPPS Kabupaten Luwu Utara adalah meminta pemerintah di semua level, baik kecamatan, desa dan kelurahan, agar terus bergerak bersama secara simultan dalam upaya penanganan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan, “.

Kata Suaib saat menghadiri Lokakarya Mini Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan, di Aula Kantor Camat Seko, belum lama ini.

Dikatakan Suaib, kecenderungan prevalensi Stunting yang fluktuatif tersebut, tentunya membutuhkan komitmen kuat serta penanganan dan pencegahan stunting yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan di semua sektor dan lini kehidupan yang ada.

Baca juga;

JPRMI, Tempat Ibadah Bukan Tempat Memuaskan Nafsu Politik

Menurutnya, stunting terjadinya bukan hanya kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi keadaan lingkungan dan sosial, tempat anak tumbuh dan berkembang.

“Stunting terjadi karena banyak faktor, sehingga kita berkomitmen dalam penanganan dan pencegahannya. Kita di kecamatan, dan desa/kelurahan agar aktif mengedukasi warga, bagaimana memberikan pola asuh anak, menyediakan lingkungan sosial yang sehat bagi tumbuh kembang anak. Selain komitmen edukasi, asupan makanan bergizi melalui program posyandu,” tandasnya. (Erwin).