Petani Lombok Ini Diundang Bupati ke Sulsel Gara-Gara Cabe

Avatar of lpkpkntb

Sosok Haji Subhan, petani inspiratif pemilik Champion Cabe Indonesia asal Lombok Timur, sukses menarik perhatian Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim. Tak sekadar pujian, Bupati bahkan langsung mengundang Haji Subhan ke Luwu Utara untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para petani di Sulawesi Selatan.

Baca:SK CPNS Mulai Diserahkan, Tapi Kenapa CPNS 2025 Belum Dibuka? Ini Jawaban Mengejutkan dari Zudan dan MenPAN-RB!

Kunjungan Bupati Andi Rahim ke lahan budidaya cabe milik Haji Subhan pada Rabu (30/7/2025) menjadi momen penting. Didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Wahyu Purnama, Bupati menyaksikan langsung praktik pertanian yang terbukti berhasil mengangkat kesejahteraan ribuan petani di Lombok Timur.

“Kebutuhan cabe di Luwu Utara sangat tinggi. Namun, curah hujan yang besar seringkali membuat petani kami kesulitan. Sistem yang diterapkan Pak Haji Subhan sangat cocok menjadi solusi,” ujar Bupati.

Haji Subhan dikenal sebagai pelopor petani cabe nasional sejak 2015. Di bawah bendera Champion Cabe Indonesia, ia telah membina lebih dari 1.500 petani dengan total lahan 600 hektare, menggunakan pendekatan modern seperti pengaturan waktu tanam dan pemanfaatan green house.

“Dengan memotong jalur distribusi, harga cabe bisa ditekan. Kami juga membentuk koperasi ‘Sukses Berkah Karunia’ agar petani tidak tergantung pada tengkulak,” jelas Haji Subhan.

Ia juga membeberkan rahasia keberhasilan tanam cabe di musim hujan. “Musuh utama cabe adalah air berlebih. Solusinya, drainase bagus dan green house. Siklus tanam terbaik mulai September, panen di Juni,” ujarnya.

Deputi BI Wahyu Purnama pun menegaskan bahwa cabe, bersama beras dan bawang merah, adalah penyumbang terbesar inflasi nasional. Ia mendukung langkah kolaboratif lintas daerah untuk mengatasi masalah ini.

Dengan semangat berbagi dan kolaborasi, harapan pun tumbuh: agar kisah sukses Haji Subhan di Lombok Timur bisa menular ke Bumi La Maranginang, membawa kemajuan nyata bagi pertanian cabe di Luwu Utara.

(Erwin)