BADUNG — Gelaran Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) tak hanya menjadi ruang bertukar gagasan tentang masa depan pendidikan. Di sela agenda tersebut, peserta juga diajak mengenal lebih dekat kekayaan ekonomi kreatif Bali, termasuk produk-produk UMKM yang tumbuh dari kreativitas masyarakat lokal.
Momen tersebut hadir melalui Ladies Program yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Sabtu (3/10/2026). Para peserta dari berbagai daerah diajak menjelajahi beragam produk UMKM khas Bali sekaligus melihat secara langsung kreativitas para pelaku usaha lokal.
Baca Juga:4.751 Mahasiswa Baru Undiksha, Menteri Brian Dorong Siapkan Masa Depan Selama Kuliah
Kegiatan dipusatkan di Taman Werdhi Budaya Art Center Denpasar, salah satu ruang yang identik dengan seni dan kebudayaan Bali. Di lokasi tersebut, peserta dapat menyaksikan langsung pameran berbagai karya lokal, mulai dari kerajinan tangan khas Bali, cinderamata unik, hingga produk fashion dan kain tradisional.
Ketua DWP Undiksha, Ny. I Dewa Ayu Muter Suastini Lasmawan, mengatakan Ladies Program tidak sekadar menjadi agenda pendamping Konaspi. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca:Mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan Undiksha Salurkan 1 Ton Beras untuk Saudara Terdampak Gempa NTT
“Melalui kegiatan Ladies Program ini, kami ingin memberikan pengalaman yang berkesan bagi para ibu-ibu peserta Konaspi untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya Bali. Selain itu, kami sengaja memusatkan kegiatan di Art Center Denpasar agar para peserta dapat melihat secara langsung potensi serta kualitas produk UMKM Bali, baik kerajinan maupun fashion, sehingga dapat membantu menggerakkan roda perekonomian lokal,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari luar Bali. Karena itu, momentum pertemuan peserta Konaspi dimanfaatkan untuk membuka ruang interaksi langsung antara peserta dengan pelaku usaha lokal.
Pada kesempatan tersebut, para peserta tidak hanya melihat produk yang dipamerkan. Mereka juga berinteraksi dengan pelaku UMKM dan membeli sejumlah cinderamata serta busana khas Bali yang tersedia di stan-stan pameran.
Ia menambahkan, momentum Konaspi XI ini juga menjadi ruang yang sangat berharga untuk memperkuat sinergi organisasi wanita di lingkungan pendidikan tinggi.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah yang sangat baik bagi DWP Undiksha untuk merajut kebersamaan, saling bertukar gagasan, dan mempererat tali silaturahmi dengan pengurus serta anggota DWP dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Selama peninjauan lokasi, antusiasme peserta terlihat saat mereka mengelilingi stan-stan pameran. Sejumlah peserta bahkan tampak tertarik dengan produk kerajinan, kain tradisional, busana, hingga berbagai cinderamata yang ditawarkan pelaku UMKM.
Selain meninjau stan-stan pameran UMKM, DWP Undiksha juga menggelar pertemuan khusus yang dikemas dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk merajut kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, sekaligus membuka ruang sharing antaranggota DWP perguruan tinggi se-Indonesia.
Melalui sesi berbagi pengalaman tersebut, para pengurus dan anggota DWP saling bertukar gagasan, program kerja unggulan, serta ide-ide kreatif dalam mendukung peran perempuan di lingkungan pendidikan tinggi dan masyarakat.
Dengan demikian, Ladies Program dalam rangkaian Konaspi tidak hanya menghadirkan pengalaman budaya bagi para peserta, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal sekaligus mempertemukan berbagai organisasi perempuan dari perguruan tinggi di Indonesia dalam suasana yang lebih akrab.
(Asbi)
