MATARAM — Setiap daerah memiliki cerita dan dinamika sendiri. Begitu pula Dasan Agung, salah satu kawasan di Kota Mataram yang tumbuh dengan beragam karakter masyarakat dan kehidupan sosialnya. Dari lingkungan yang sederhana itu, banyak anak muda tumbuh dengan mimpi, harapan, dan perjuangan masing-masing untuk mencari jalan terbaik dalam kehidupannya.
Tidak semua perjalanan berjalan mulus. Ada yang harus berjuang dengan keterbatasan ekonomi, ada yang menempuh pendidikan sambil menghadapi berbagai tantangan, dan ada pula yang memilih menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk terus bergerak maju.
Salah satunya adalah Budi Satria, pemuda asli Dasan Agung yang kini berhasil menunjukkan bahwa anak muda dari lingkungan sederhana juga mampu menorehkan prestasi dan mengharumkan nama daerah.
Nama Budi Satria mencuat setelah dirinya berhasil mengantarkan dan membina Hapkido Kota Mataram hingga meraih enam medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Kota Mataram, tetapi juga bagi lingkungan tempat Budi lahir dan tumbuh, Dasan Agung.
Budi lahir dan besar di Dasan Agung. Ia menempuh pendidikan di SD 3 Dasan Agung, SLTP 1 Mataram, SMKN 3 Mataram, kemudian melanjutkan pendidikan di FPOK IKIP Mataram.
Perjalanan hidup Budi tidak datang dari keluarga berada. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut justru menjadi salah satu alasan Budi semakin kuat untuk mengejar pendidikan dan berusaha memperbaiki masa depan.
Semangat tersebut akhirnya mengantarkan Budi meraih gelar Master Inovasi dan menjadi lulusan terbaik Universitas Teknologi Sumbawa pada 2023. Kampus tersebut saat itu dipimpin oleh mantan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah.
Selain memiliki latar belakang akademik, Budi juga mengabdikan diri sebagai guru PNS di SD 1 Mataram. Di sela-sela tugasnya sebagai pendidik, ia tetap aktif dalam dunia olahraga, khususnya bela diri Hapkido.
Dedikasi Budi dalam membina olahraga tersebut kemudian membuahkan hasil. Enam medali emas yang diraih pada Porprov 2026 menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengangkat nama daerah.
Bagi Budi, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal medali. Ada pesan yang ingin ia sampaikan kepada generasi muda, khususnya pemuda Dasan Agung.
Ia berharap para pemuda terus menggali potensi dan keahlian masing-masing sehingga mampu membawa nama baik Dasan Agung ke panggung yang lebih tinggi.
“Mari kita tunjukkan bahwa kita juga bisa berprestasi di jalur olahraga. Melalui olahraga bela diri ini, mari kita angkat harkat dan martabat Dasan Agung khususnya dan Mataram pada umumnya,” ujar Budi.
Menurutnya, olahraga bela diri juga dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun karakter generasi muda. Disiplin, keberanian, kerja keras, dan konsistensi menjadi nilai yang harus terus ditanamkan kepada para atlet sejak dini.
Apalagi, NTB akan menghadapi agenda besar olahraga nasional, yakni PON 2028. Budi berharap momentum tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak atlet muda berbakat dari Kota Mataram dan NTB.
Perjalanan Budi menjadi gambaran bahwa prestasi tidak selalu lahir dari latar belakang yang serba berkecukupan. Dari keluarga sederhana, dari lingkungan Dasan Agung, dan melalui proses panjang pendidikan serta olahraga, ia mampu membuktikan bahwa kerja keras dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi.
Enam emas Porprov 2026 akhirnya menjadi bukan hanya catatan prestasi bagi Budi Satria, tetapi juga sebuah pesan bagi anak-anak muda Dasan Agung: jangan pernah merasa kecil karena tempat berasal, tetapi buktikan dengan karya dan prestasi ke mana langkah bisa dibawa.
