Sumbawa Barat, – Festival Olahraga Daerah (Forda) I NTB adalah sebuah ajang olahraga Masyarakat bergengsi di tingkat provinsi yang diadakan untuk mempertemukan penggiat dari berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat (NTB). Forda ini diinisiasi oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) NTB, sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan olahraga rekreasi di masyarakat.
Sebanyak 500 atlet dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) batal berangkat mengikuti Festival Olahraga Daerah NTB (Forda) akibat kendala serius terkait alokasi anggaran. Hal ini menjadi pukulan berat bagi perkembangan olahraga masyarakat di daerah tersebut, mengingat persiapan panjang yang telah dilakukan oleh para penggiat dan official untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut.
Nasrudin, salah satu perwakilan pengurus Kormi KSB, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya komunikasi dengan sejumlah pejabat terkait sejak awal. “Kami sudah intens berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Bupati KSB sebelumnya, Firin, hingga Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Bappeda, Asisten II, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Parpora) KSB,” ungkap Nasrudin.
Namun, meski berbagai pertemuan dan pembicaraan telah dilakukan, solusi terkait anggaran tak kunjung ditemukan. “Setiap kali kami mencoba mendapatkan kepastian, selalu ada hambatan, dan hasilnya tetap nihil. Ini tentu mengecewakan, terutama bagi para penggiat yang sudah bersiap dengan maksimal,” tambahnya.
Kegagalan keberangkatan ini menimbulkan spekulasi adanya masalah dalam pengelolaan anggaran olahraga di KSB. Publik pun mulai mempertanyakan bagaimana prioritas anggaran ditetapkan, dan mengapa upaya untuk menyelamatkan kesempatan para atlet tidak membuahkan hasil.
Situasi ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait, agar segera menemukan solusi dan mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.
