Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Ini Tantangan Besar yang Menanti

Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Ini Tantangan Besar yang Menanti
Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Ini Tantangan Besar yang Menanti. Dok. Antara/istimewa.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan mendampingi Purbaya dalam menjalankan tugas di Kementerian Keuangan. Pergantian tersebut menjadi bagian dari perombakan kabinet yang dilakukan pemerintahan Prabowo.

Usai pelantikan, Suahasil mengatakan salah satu perhatian utamanya adalah memastikan pengelolaan keuangan negara tetap sehat dan kredibel. Presiden Prabowo, kata dia, memberikan arahan agar kondisi keuangan negara terus dijaga.

Menurut Suahasil, APBN memiliki posisi penting karena menjadi instrumen pemerintah dalam menjalankan berbagai program prioritas sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Ia juga menyatakan akan melanjutkan pengelolaan APBN dengan menjadikannya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi serta stabilisator perekonomian domestik.

Dalam menjalankan tugasnya, Suahasil turut menekankan pentingnya komunikasi mengenai APBN kepada masyarakat. Transparansi tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.

Suahasil juga menyampaikan komitmen untuk mempertahankan defisit APBN di bawah batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Data Kementerian Keuangan hingga akhir Juni 2026 mencatat defisit APBN mencapai Rp196,5 triliun atau sekitar 0,76 persen terhadap PDB.

Selain menjaga defisit, efisiensi anggaran menjadi perhatian lain. Suahasil menjelaskan bahwa efisiensi tidak hanya berarti memangkas belanja, tetapi memastikan anggaran yang dikeluarkan memberikan hasil optimal dan sesuai dengan perencanaan.

Perjalanan Karier Suahasil

Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994.

Pendidikan kemudian dilanjutkan di Cornell University, Amerika Serikat, hingga memperoleh gelar Master of Science pada 1997. Pada 2003, ia meraih gelar PhD dari University of Illinois at Urbana-Champaign.

Sebelum masuk ke pemerintahan, Suahasil dikenal sebagai akademisi. Ia mulai menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999 dan memperoleh jabatan guru besar di bidang ilmu ekonomi pada 2009.

Di lingkungan FEB UI, ia pernah dipercaya sebagai Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Kepala Lembaga Demografi, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi.

Kariernya di pemerintahan juga cukup panjang. Ia pernah terlibat dalam sejumlah lembaga dan tim pemerintah, termasuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Tim Asistensi Menteri Keuangan di bidang desentralisasi fiskal.

Pada 2015, Suahasil dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal sebelum kemudian menjadi kepala definitif lembaga tersebut pada 2016.

Presiden Joko Widodo kemudian melantiknya sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Oktober 2019. Jabatan itu tetap diembannya ketika Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Menteri Keuangan pada 2025.

Sejumlah Pengamat Soroti Tantangan Fiskal

Pergantian Menteri Keuangan turut mendapat perhatian dari sejumlah ekonom dan peneliti.

Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menilai pergantian tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi dan kerentanan ekonomi nasional. Ia menyebut Suahasil menghadapi tantangan untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi di daerah sekaligus melakukan konsolidasi fiskal melalui penataan APBN.

Sementara itu, ekonom CELIOS Nailul Huda mengaitkan pergantian Purbaya dengan persoalan pengelolaan keuangan negara. Ia juga menyoroti kondisi outlook utang Indonesia serta sejumlah kebijakan fiskal pemerintah.

Namun, Huda menilai masuknya Suahasil belum tentu berarti perubahan besar dalam arah kebijakan karena Suahasil sebelumnya merupakan bagian dari jajaran Kementerian Keuangan sebagai wakil menteri.

Menurut Huda, salah satu tantangan Suahasil adalah menjaga defisit fiskal sekaligus menghadapi kebutuhan anggaran untuk berbagai program prioritas pemerintah.

Ekonom senior INDEF Tauhid Ahmad memiliki pandangan berbeda mengenai pergantian tersebut. Ia menyebut pergantian menteri dapat dilihat sebagai bagian dari dinamika pemerintahan sekaligus penyegaran untuk menghadapi persoalan fiskal.

Tauhid juga menyoroti pengalaman panjang Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bagian dari bekal Suahasil dalam menghadapi persoalan pendapatan negara, kualitas belanja, serta pengendalian defisit.

Dengan posisi barunya, Suahasil kini menghadapi agenda fiskal pemerintah yang mencakup pengelolaan APBN, pengendalian defisit, efisiensi belanja, serta dukungan anggaran terhadap program-program prioritas pemerintah.