Lombok Tengah – YMH. Lalu Ibnu Hajar, Ketua Umum Sasaka Nusantara, angkat bicara terkait kasus “Aib Sang Abah” yang mencuat dan menjadi perhatian publik.
Kami, Sasaka Nusantara NTB, mengapresiasi dan mendukung langkah Yusron dan Sukma untuk membongkar dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Abah AIS.
Diketahui, Yusron dan Sukma merupakan alumni Ponpes Abul Barokat, yang dipimpin oleh oknum yang disebut Abah/TGH AIS dan diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 5 bahkan lebih santri yang pernah mondok di tempat tersebut.
Kami mengharapkan APH, dalam hal ini Kapolres Lombok Tengah beserta penyidik, untuk segera mengambil langkah hukum yang diperlukan terhadap pihak yang dilaporkan. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan secara objektif sekaligus memberikan perlindungan kepada para korban dan saksi.
Kasus ini diketahui telah dilaporkan sejak tahun 2025. Karena itu, kami menilai sudah sepatutnya penyidik dan Polres Lombok Tengah memberikan perhatian serius serta mengambil langkah-langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku terhadap oknum TGH alias Abah AIS.
Terlebih, menurut informasi yang disampaikan, korban diduga lebih dari satu. Adanya rekaman dan keterangan dari para santri yang mengaku menjadi korban juga perlu ditelusuri dan diuji secara profesional melalui proses penyidikan.
Kami mengharapkan APH, pemerintah, dan dinas terkait untuk segera bertindak sesuai kewenangan masing-masing. Jangan sampai para korban maupun saksi merasa tertekan, terintimidasi, atau tidak mendapatkan perlindungan dalam proses pengungkapan perkara ini.
Perlindungan terhadap korban dan saksi harus menjadi perhatian utama, terutama terhadap Yusron dan Sukma, yang telah mengambil langkah untuk menyuarakan persoalan tersebut.
Save Yusron.
Save Sukma.
