BERSEMBUNYI SELAMA 235 HARI, AKHIRNYA TERTANGKAP: DETIK-DETIK SADDAM HUSSEIN DITEMUKAN DI “LUBANG LABA-LABA”

blank
blank

Setelah rezimnya tumbang, Saddam Hussein menghilang tanpa jejak selama berbulan-bulan. Mantan Presiden Irak yang pernah berkuasa dengan tangan besi itu menjadi salah satu buronan paling dicari Amerika Serikat setelah invasi ke Irak dimulai pada 20 Maret 2003. Ketika Baghdad jatuh pada April 2003, keberadaannya masih menjadi misteri. Berbagai spekulasi bermunculan, sementara pasukan AS terus memburu sang mantan penguasa. Pelarian itu akhirnya berakhir pada 13 Desember 2003, ketika Saddam ditemukan bersembunyi di sebuah lubang sempit di bawah tanah dekat Tikrit, kampung halamannya sendiri.

Pengejaran itu berakhir ketika pasukan Amerika Serikat melancarkan operasi militer bernama Operation Red Dawn. Operasi tersebut melibatkan unsur Divisi Infanteri ke-4 dan pasukan operasi khusus AS, dengan sasaran sejumlah lokasi di sekitar kota ad-Dawr, dekat Tikrit, kampung halaman Saddam Hussein.

Penangkapan ini bukan semata-mata hasil penyisiran wilayah. Informasi intelijen mengenai jaringan pendukung dan orang-orang yang membantu persembunyian Saddam menjadi bagian penting dalam upaya menemukannya. Setelah memperoleh petunjuk yang mengarah ke kawasan tersebut, pasukan AS menggeledah beberapa lokasi yang dicurigai.

Di sebuah kompleks pertanian dekat ad-Dawr, mereka menemukan tempat persembunyian sederhana yang kemudian terkenal dengan sebutan spider hole atau lubang laba-laba. Lubang sempit di bawah permukaan tanah itu disamarkan agar tidak mudah terlihat dari luar. Jauh dari gambaran bunker megah, tempat tersebut menjadi lokasi persembunyian terakhir seorang mantan penguasa Irak.

Saat ditemukan, Saddam masih hidup dan tidak memberikan perlawanan berarti. Ia ditangkap dalam keadaan bersembunyi di lubang tersebut. Pasukan AS juga menemukan uang tunai dan senjata di lokasi penangkapan. Peristiwa itu mengakhiri pelariannya selama sekitar 235 hari sejak Baghdad jatuh pada April 2003.

Bagi pemerintahan Amerika Serikat, penangkapan Saddam merupakan kemenangan simbolis besar dalam Perang Irak. Namun, tertangkapnya mantan presiden itu tidak serta-merta mengakhiri kekacauan di negara tersebut. Irak justru memasuki periode panjang yang ditandai pemberontakan bersenjata, konflik sektarian, dan ketidakstabilan politik.

Saddam kemudian diadili oleh Pengadilan Tinggi Irak atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait pembunuhan warga Dujail pada 1982. Ia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 30 Desember 2006.

Kisah penangkapannya menjadi salah satu momen paling terkenal dalam sejarah invasi Irak 2003. Seorang pemimpin yang pernah mengendalikan negara dengan kekuasaan besar akhirnya ditemukan bersembunyi di sebuah lubang sempit, tidak jauh dari wilayah tempat ia dilahirkan.

Dari istana kepresidenan hingga lubang di bawah tanah, kejatuhan Saddam Hussein menjadi gambaran dramatis berakhirnya sebuah rezim sekaligus awal dari babak baru yang penuh gejolak dalam sejarah Irak.