LOMBOK TENGAH – Keamanan di kawasan penunjang pariwisata di Lombok Tengah kembali menjadi sorotan setelah seorang warga Dusun Ularnaga, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, menjadi korban dugaan penjambretan di Dusun Gerintuk, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WITA tersebut mengakibatkan korban kehilangan uang hasil penjualan sebesar Rp2.500.000 beserta satu unit telepon genggam. Total kerugian korban ditaksir mencapai sekitar Rp11 juta.
Kejadian ini memicu keresahan warga. Mereka mempertanyakan upaya pencegahan dan penanganan tindak kriminalitas di wilayah tersebut, terlebih Lombok Tengah merupakan salah satu daerah yang menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).
Warga menilai keamanan masyarakat harus menjadi prioritas seiring dengan upaya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Kekecewaan warga terhadap dugaan maraknya tindak kriminalitas mendorong desakan agar aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan mengamankan terduga pelaku sesuai ketentuan hukum.
Warga bahkan menyatakan akan mendatangi Polsek Praya Barat Daya, Polres Lombok Tengah, hingga Polda NTB apabila dalam waktu 1×24 jam terduga pelaku belum diamankan.
Desakan tersebut merupakan bentuk keresahan masyarakat yang berharap adanya tindakan nyata dari aparat penegak hukum untuk memberikan rasa aman.
Menurut keterangan warga, kejadian serupa disebut bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Mereka mengaku resah karena sejumlah kasus kriminalitas sebelumnya dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Persoalan ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas langkah pencegahan dan penanganan tindak kriminalitas di wilayah Lombok Tengah.
Di tengah perkembangan pariwisata di NTB, keamanan masyarakat lokal menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Warga yang beraktivitas pada malam hari, termasuk pedagang dan masyarakat yang membawa uang hasil penjualan, membutuhkan jaminan keamanan serta respons cepat ketika menjadi korban kejahatan.
Jika keresahan masyarakat terus berlarut tanpa penanganan yang dirasakan memadai, kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum berpotensi menurun.
Karena itu, warga mendesak kepolisian agar segera melakukan penyelidikan, mengidentifikasi terduga pelaku, mengungkap kasus tersebut hingga tuntas, serta meningkatkan langkah pencegahan kriminalitas di wilayah rawan.
Warga juga berharap aparat kepolisian tidak hanya menangani laporan setelah tindak kriminalitas terjadi, tetapi memperkuat patroli, memetakan titik rawan, dan meningkatkan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Mereka meminta adanya kepastian penanganan kasus serta informasi perkembangan penyelidikan kepada korban dan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas terduga pelaku, perkembangan penyelidikan, maupun tanggapan atas tuntutan warga.
Masyarakat berharap kasus ini segera diungkap secara tuntas agar korban memperoleh keadilan dan warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dibayangi ketakutan.
#LombokTengah #PrayaBaratDaya #NTB #KeamananPariwisata #Kriminalitas #PolresLombokTengah
