Dari Hutan Aik Berik, Kita Bisikkan Damai untuk Pariwisata NTB

Avatar of lpkpkntb
IMG 20250509 WA0055

Lombok Tengah – Dalam suasana sejuk dan penuh kekeluargaan, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi NTB bersama para pemangku kepentingan menggelar pertemuan santai namun penuh makna di kawasan wisata Air Terjun Benang Stokel, Desa Aik Berik, Batukliang Utara.

Dari Hutan Aik Berik, Kita Bisikkan Damai untuk Pariwisata NTB
Dari Hutan Aik Berik, Kita Bisikkan Damai untuk Pariwisata NTB. (Dok.Liputanntb.com).

Pertemuan yang dipimpin Kabid Kelembagaan Dispar NTB, Mawardi ST, dan disambut hangat oleh Ketua Pengelola Destinasi H. Humaidi, turut dihadiri perwakilan DLHK NTB, Kepala KPH Tastura, Kapolsek BKU, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mereka bersama-sama merajut semangat kolaborasi dan kesepahaman guna menjaga kondusifitas kawasan wisata yang akhir-akhir ini menjadi sorotan.

“Benang Stokel ini warisan alam yang perlu dijaga bersama. Kesejukan air terjun harus seiring dengan kesejukan hati kita,” ujar H. Humaidi sembari menyuguhkan kopi hutan dan hasil bumi setempat.

Dalam suasana sejuk dan penuh kekeluargaan, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi NTB bersama para pemangku kepentingan menggelar pertemuan santai namun penuh makna
Photo: Benang Stokel and Benang Kelambu Waterfall.

Kesepakatan penting dari pertemuan ini adalah rencana temu silaturahmi minggu depan antara pelaku wisata (user) dan pengelola, untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.

Ketua Umum SAPANA NTB, Rudy Lombok, menggarisbawahi pentingnya komunikasi. “Kalau ada masalah, mari duduk bersama. Pariwisata NTB harus jadi contoh harmoni dan musyawarah,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi simbol bahwa dari tengah hutan tropis Lombok, pesan damai bisa bergema ke seluruh Nusantara.

PROFIL DESTINASI WISATA BENANG STOKEL

Permata Alam di Lereng Rinjani – Lombok Tengah, NTB

Nama Destinasi:
Air Terjun Benang Stokel

Lokasi:
Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Koordinat:
Sekitar 32 km dari Kota Mataram dan 15 km dari Kota Praya

Makna Nama:
“Benang” dalam bahasa Sasak berarti “benang”, sementara “Stokel” berarti “segenggam”. Dinamakan demikian karena air terjunnya yang turun menyerupai helaian benang yang tergenggam rapat, halus dan menawan.

Keistimewaan:

  • Ketinggian Air Terjun: Sekitar 30 meter

  • Jumlah Aliran Air: Dua aliran utama, jernih dan sejuk

  • Sumber Air: Langsung dari mata air Gunung Rinjani

  • Hutan Tropis: Dikelilingi hutan yang masih alami, kaya flora dan fauna

  • Trekking Alam: Jalur menyusuri sungai dan vegetasi hijau sangat cocok untuk pencinta alam

Daya Tarik Utama:

  • Panorama Alam yang Menyegarkan
    Suasana tenang dan udara segar menjadikan lokasi ini tempat healing alami.

  • Air Terjun Kembar
    Aliran air terjun turun dari tebing yang simetris, sangat instagramable dan cocok untuk rekreasi keluarga maupun kegiatan fotografi alam.

  • Paket Ekowisata
    Dekat dengan Air Terjun Benang Kelambu, pengunjung bisa mengeksplorasi dua air terjun dalam satu area dengan paket trekking dan edukasi konservasi.

  • Kopi dan Hasil Hutan Desa
    Sajian kopi hutan Aik Berik dan hasil bumi seperti pisang dan kelapa disuguhkan oleh masyarakat sebagai wujud sambutan khas lokal.

Fasilitas Umum:

  • Area parkir

  • Toilet dan ruang ganti

  • Gazebo dan tempat istirahat

  • Warung makanan dan oleh-oleh lokal

  • Pemandu wisata lokal (guide)

  • Akses jalan yang baik dari pusat kota

Pengelolaan dan Kolaborasi:

Benang Stokel dikelola oleh masyarakat setempat di bawah koordinasi tokoh adat dan tokoh masyarakat seperti H. Humaidi. Kolaborasi dengan pihak Dinas Pariwisata NTB, KPH Tastura, dan Dinas LHK menjadikan pengelolaan berbasis konservasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Harga Tiket Masuk:

  • Domestik: ±Rp10.000

  • Mancanegara: ±Rp50.000
    (Harga dapat berubah sesuai kebijakan pengelola dan peraturan daerah)

Benang Stokel menjadi contoh pariwisata berbasis alam dan masyarakat yang menjunjung nilai-nilai harmoni, gotong royong, dan konservasi lingkungan.

(Hi)