Dikepung Drone dan Pasukan TNI-Polri, Panglima OPM Undius Kogoya Tewas Tragis di Hutan Intan Jaya

Avatar of lpkpkntb
1761281266450

INTAN JAYA – Operasi besar-besaran yang melibatkan pasukan TNI-Polri dan serbuan drone tempur membuat kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Intan Jaya kian terdesak. Dikepung dari berbagai arah, pasukan OPM dilaporkan melarikan diri ke hutan belantara dan sejumlah markas rahasia yang sulit dijangkau.

Namun, pengepungan tersebut rupanya menimbulkan efek lain. Para anggota OPM, termasuk pimpinannya, Brigjen Undius Kogoya, disebut terisolasi dan kekurangan akses logistik serta perawatan medis.

Informasi yang diterima, Undius Kogoya meninggal dunia pada Rabu (23/10) akibat sakit kronis yang dideritanya sejak lama. Ia disebut juga terserang malaria di tengah kondisi tubuh yang melemah.

Sumber lapangan menyebut, Undius enggan keluar dari persembunyian meskipun sakit, karena takut tertangkap aparat. “Dia tetap bertahan di dalam hutan meski kondisinya makin parah,” ujar sumber keamanan, Kamis (24/10).

Undius Kogoya merupakan salah satu pimpinan kelompok bersenjata paling dicari di wilayah Intan Jaya. Ia telah menjadi buronan sejak 2021 karena diduga terlibat dalam serangkaian aksi teror dan penembakan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.

Operasi pengejaran terhadap sisa kelompok OPM masih terus berlangsung. TNI dan Polri melakukan penyisiran intensif di beberapa titik yang diduga menjadi jalur pelarian anggota OPM.

“Wilayah itu sudah kita blokade penuh, pasukan tetap siaga,” kata seorang pejabat keamanan di Papua.

Kematian Undius Kogoya menjadi sinyal melemahnya kekuatan OPM di Intan Jaya, namun aparat menegaskan operasi akan terus berlanjut hingga wilayah tersebut benar-benar aman.