lpkpkntb.com – Nusa Tenggara Barat yang disingkat (NTB) ialah sebuah Provinsi di indonesia yang berada di bagian tengah Kepulaun Nusa Tenggara di antara provinsi Bali di sebelah barat dan provinsi Nusa Tenggara Timur di sebelah Timur.
Pusat pemerintahan dan Ibu Kota provinsi ini berada di Kota Mataram.
Nusa Tenggara Barat memiliki 8 Kabupaten dan 2 Kota termasuk kota Mataram.
Pada tahun 2020, penduduk Nusa Tenggara Barat berjumlah 5.320.092 jiwa, dengan kepadatan 264 jiwa/km2.
Beredar di berbagai media Pembangunan stadion di NTB dianggarkan dana sebesar Rp2 Triliun.
Sumber dana pembangunan stadion di NTB ini berasal dari APBN
Jarak daerah ini tidak jauh ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Stadion akan dibangun dengan jarak 20,3 Kilometer dari Kota Mataram.
Venue utama berstandar Internasional kapasitas 60 hingga 70 ribu, untuk persiapan pekan olahraga nasional (PON) 2028, akan dibangun Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) antara di Narmada, Lingsar dan di Kuripan.
Stadion dibangun pada lahan dengan luas 15 Hektar.
Pembangunan stadion yang seluas itu, tentu membutuhkan biaya yang sangat besar.
Dikutip dari Kicknews. Ketua Umum KONI Provinsi NTB, Mori Hanafi menjelaskan alasan lokasi pembangunan venue utama itu kaitan kesiapan lahan.
Karena, lahan yang dibutuhkan untuk berstandar Internasional itu sekitar 15 hektare.
Kemudian anggaran pembangunan sekitar Rp 2 Triliun dibiayai Pemerintah Pusat.
“Pertimbangan yaitu di Lombok Barat masih memiliki lahan.
Kalau di Mataram, tentu kita sama-sama ketahui lahan yang luas tidak ada. Sedangkan di Lombok Tengah sudah banyak pembangunan disana.
Kalau di Lotim jaraknya terlalu jauh, begitu halnya dengan Kabupaten/Kitab lainnya,” ucapnya Mori. ini.
Selain itu secara akomodasi dan transportasi di Kabupaten Lombok Barat dekat dengan pusat Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB, sehingga cukup tersedia dan lengkap, seperti hotel-hotel.
“Kenapa tidak di bangun di Kota Mataram, karena kalau di Mataram sudah tidak ada lahan. Kalau di Lombok Tengah, sudah lengkap sebagai “sport tourism” ada MotoGP, WSBK dengan keberadaan Sirkuit Mandalika di situ,” katanya.
“Terus kenapa tidak di kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa. Itu lebih kepada terkait akomodasi dan akses transportasi. Karena kita akan menampung 60 ribu orang sehingga tidak mendukung kalau di bangun di Pulau Sumbawa,” sambung Mori Hanafi.
Oleh karena itu, sebagai gantinya untuk di kabupaten dan kota lain akan dibangunkan GOR Mini, seperti di Bima, Sumbawa, dan Lombok Timur.
“Itu pun untuk bangun GOR Mini tidak main-main anggarannya saja sampai Rp100 miliar,” ungkapnya.
“Untuk Atletik misalnya nanti kita siapkan total di GOR Turide, makanya nanti ini kita akan revitalisasi GOR Turide.
Begitu juga yang lain kita akan revitalisasi sehingga semua venue untuk PON berstandar internasional,” ujar Mori Hanafi.
Diharapkan melalui pembangunan pusat olahraga baru maupun GOR Mini dan revitalisasi lokasi pertandingan yang ada, nantinya bisa dimanfaatkan oleh masing-masing kabupaten dan kota untuk melakukan pembinaan olahraga maupun kegiatan lainnya.
“Jadi pembangunan ini dihajatkan untuk percepatan pembangunan di masing-masing wilayah dan tentunya masyarakat setempat,” katanya.
Sebelumnya NTB resmi ditetapkan sebagai tuan rumah PON ke-22 tahun 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penetapan tuan rumah NTB dan NTT dilaksanakan dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (13/9/22). **

