Mataram — Harapan besar masyarakat Indonesia terhadap Menpora baru semakin mengemuka. Dua suara dari Nusa Tenggara Barat (NTB), menekankan bahwa posisi strategis tersebut tidak boleh hanya menjadi bagian dari pembagian kursi politik.
Pengamat olahraga, Nando, menilai Menpora mendatang harus dipilih berdasarkan kompetensi, bukan sekadar latar belakang politik. Menurutnya, tata kelola olahraga nasional masih menghadapi banyak persoalan, terutama dalam kesinambungan program dan penyediaan sarana-prasarana yang layak untuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di seluruh Indonesia.
“Olahraga Indonesia butuh tata kelola yang profesional dan berkelanjutan. Kalau Menpora hanya sibuk dengan urusan politik, pembinaan atlet akan terabaikan. Harus ada pemisahan jelas antara urusan olahraga dan kepemudaan agar keduanya bisa berjalan optimal,” tegas Nando asal NTB.
Ia menambahkan, olahraga perlu fokus pada pembinaan sejak usia dini, sementara kepemudaan harus diarahkan menjadi agen pembangunan bangsa. Jika keduanya terus dicampur, biasanya ada yang tidak berjalan maksimal.
Sementara itu, Hasbi, akademisi olahraga sekaligus kandidat doktor Olahraga, menekankan agar Presiden terpilih Prabowo Subianto benar-benar selektif dalam memilih Menpora baru. Ia menegaskan bahwa Menpora harus memiliki kompetensi nyata di bidang olahraga dan kepemudaan, bukan sekadar representasi partai politik.
“Pak Prabowo harus berani memilih menteri yang memang punya kapasitas di bidang olahraga dan kepemudaan. Ini bukan soal bagi-bagi jabatan politik, tetapi soal masa depan pemuda dan prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia,” ujar Hasbi.
Menurutnya, jika Menpora baru tidak memiliki latar belakang dan kapasitas yang memadai, maka Indonesia akan kesulitan bersaing secara global.
“Menpora mendatang harus jago mengelola olahraga sekaligus piawai merangkul pemuda dari Sabang sampai Merauke. Hanya dengan begitu kita bisa mencetak atlet berprestasi dunia sekaligus generasi muda yang berdaya saing global,” jelasnya.
Harapan untuk Indonesia
Baik pengamat maupun akademisi sama-sama menekankan pentingnya profesionalitas dalam mengelola olahraga dan kepemudaan. Perbaikan sistem ini dinilai dapat memperkuat partisipasi pemuda sekaligus mendukung Asta Cita Indonesia dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
Dengan pemimpin yang tepat, Menpora baru diharapkan mampu menghadirkan wajah baru kepemudaan dan olahraga Indonesia: berprestasi, solid, dan siap bersaing di tingkat global
