JAKARTA β LPKPKNTB.COM. [ez-toc]Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan partainya akan mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia selama dua periode. Pernyataan ini disampaikan Cak Imin di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dilansir laman Kompas.com.
Menurutnya, PKB merasa puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo sehingga ingin kembali memberikan dukungan di Pilpres 2029.
Baca:KPK Tetapkan 5 Tersangka Baru, Korupsi Pajak Masih Membusuk di Ditjen Pajak
βKita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah,β ujar Cak Imin. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal awal manuver politik PKB menjelang Pemilu 2029. Meski dukungan terhadap Prabowo sudah jelas, nama calon Wakil Presiden dari PKB masih belum dibahas secara rinci.
Saat ditanya apakah dukungan ini akan bersamaan dengan pencalonan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Cak Imin tidak memberikan jawaban pasti. βOh belum dibahas. Belum,β tegasnya. Hal ini menunjukkan PKB masih menimbang berbagai opsi sebelum memutuskan siapa yang akan mendampingi Prabowo. Fleksibilitas politik ini memungkinkan partai melakukan negosiasi lebih leluasa dengan partai lain atau kandidat potensial.
Wacana terkait Presiden Prabowo dan Wapres Gibran untuk dua periode juga pernah disampaikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan itu muncul saat Jokowi menanggapi komentar Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, dalam Podcast Gaspol yang tayang pada 22 Januari 2026. βKan sudah saya sampaikan Prabowo Gibran dua periode. Sudah, itu saja,β ujar Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).
Dukungan PKB ini menunjukkan partai memiliki kepercayaan tinggi terhadap Prabowo. Selain faktor personal dan kepemimpinan, PKB menilai Prabowo mampu menghadirkan stabilitas dan keberlanjutan program-program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga program sosial yang menyentuh masyarakat luas. Sikap politik partai ini dapat menjadi indikator penting bagi pembentukan koalisi menjelang Pilpres 2029.
Pengamat politik menyebut langkah Cak Imin sebagai strategi yang matang. Dukungan awal memberikan sinyal jelas kepada publik dan partai koalisi bahwa PKB ingin tetap berada dalam jalur pemerintahan, sekaligus menjaga posisi tawar mereka dalam pembahasan calon Wakil Presiden. Dengan menunda pengumuman nama calon Wapres, PKB masih bisa melakukan evaluasi politik dan mempertimbangkan dinamika elektoral yang muncul di tahun-tahun mendatang.
Di sisi lain, publik dan pengamat politik masih menunggu keputusan resmi PKB terkait calon Wapres yang akan diusung. Nama Gibran sebelumnya sempat ramai diperbincangkan, namun keputusan partai masih fleksibel. Pengumuman resmi kemungkinan besar akan dilakukan menjelang pendaftaran Pilpres 2029, seiring dengan perkembangan strategi politik partai dan koalisi.
Selain aspek politik, dukungan PKB terhadap Prabowo juga memperlihatkan apresiasi terhadap hasil pemerintahan saat ini. PKB menilai Prabowo telah menjalankan program secara konsisten, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun pembangunan daerah. Dukungan dua periode ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan partai terhadap kinerja presiden yang dianggap memuaskan.
Secara keseluruhan, sikap PKB mencerminkan keseimbangan antara kepastian dukungan kepada Prabowo dan kehati-hatian dalam menentukan calon Wakil Presiden. Fleksibilitas ini dianggap penting untuk menjaga posisi politik partai serta memperkuat peluang koalisi yang efektif di Pilpres 2029.
Kesimpulannya, PKB melalui Cak Imin telah memastikan dukungan mereka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk dua periode. Meski nama calon Wakil Presiden masih misteri, strategi politik partai ini menunjukkan perhitungan matang dan kesiapan PKB menghadapi Pilpres mendatang.
Dukungan ini menjadi salah satu indikator penting dalam peta politik nasional, sekaligus membuka ruang negosiasi bagi calon Wapres yang akan diumumkan kemudian. Publik pun menanti langkah berikutnya, sambil mengamati bagaimana PKB memanfaatkan waktu untuk memastikan pasangan calon yang paling strategis.

