TGH. Lalu Imam Sanusi Gelar Tradisi Bubur Beaq-Mandiq Safar, Wagub NTB Hadiri Selamatan Bendungan Meninting

Avatar of lpkpkntb
TGH.Lalu Imam Sanusi Gelar Tradisi Bubur Beaq-Mandiq Safar, Wagub NTB Hadiri Selamatan Bendungan Meninting
TGH. Lalu Imam Sanusi

Lombok Barat – Tradisi Bubur Beaq-Mandiq Safar kembali digelar dalam rangka Selamatan Bendungan Meninting di Desa Bukittinggi, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi Padepokan Lingsir bersama Yayasan Pusaka Membangun itu memadukan pelestarian budaya Sasak dengan nilai-nilai keagamaan melalui santunan kepada anak yatim.

Baca:Banyak yang Salah Paham! Ternyata Begini Asal-Usul Nenek Moyang Orang Sasak

Acara dihadiri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri, anggota DPRD NTB H. Muzihir, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, Majelis Adat Sasak (MAS), Laskar Sasak, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan warga.

Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama TGH. H. Lalu Imam Sanusi dan anggota DPRD NTB H. Muzihir menghadiri Selamatan Bendungan Meninting di Desa Bukittinggi, Lombok Barat, Rabu (5/8/2026).
Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama TGH. Lalu Imam Sanusi dan anggota DPRD NTB H. Muzihir menghadiri Selamatan Bendungan Meninting di Desa Bukittinggi, Lombok Barat, Rabu (5/8/2026).

Ketua Panitia Puspawan, SH mengatakan, kegiatan tersebut dipersiapkan dalam waktu sekitar satu bulan. Meski singkat, antusiasme masyarakat membuat seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Ketua Panitia. Puspawan, SH
Ketua Panitia. Puspawan, SH.

“Terima kasih atas kehadiran seluruh ayahanda, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan. Ini menjadi kebanggaan sekaligus sejarah bagi kami karena baru pertama kali kegiatan Bubur Beaq-Mandiq Safar dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB,” kata Puspawan.

Menurutnya, tradisi Bubur Beaq-Mandiq Safar bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, gotong royong, serta menjaga warisan leluhur masyarakat Sasak.

Tausiah kemudian disampaikan TGH. Lalu Imam Sanusi. Mengawali ceramahnya dengan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, ia menyampaikan pesan menggunakan bahasa Sasak halus.

“Nganjeng base halus, tiang ngiring pelungguh sami. Puki syukur niki kaji haturang ring Allah SWT saq sampun maringang rahmat lan berkah,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, TGH. Lalu Imam Sanusi mengingatkan bahwa adat Sasak tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama.

IMG20260805171436
Tradisi Bubur Beaq-Mandiq Safar kembali digelar dalam rangka Selamatan Bendungan Meninting di Desa Bukittinggi,

“Sasak niki bedue warisan. Adat agama, napi tegawe harus tetembe isiq Bismillahirrahmanirrahim. Adat jangan sampai lepas dengan agama,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan tentang adat wirgama, yakni tata kehidupan masyarakat Sasak yang berkaitan dengan penanggalan dan waktu pelaksanaan tradisi. Menurutnya, Bubur Beaq-Mandiq Safar merupakan warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Lamun adat taq pelihara, insyaallah budaya Sasak tetap idup, anak putu tao jati dirina,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi masyarakat yang terus melestarikan tradisi Bubur Beaq-Mandiq Safar sebagai identitas budaya Sasak.

Ia menyampaikan bahwa Bendungan Meninting telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto dan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pertanian, penyediaan air baku, serta pembangunan di berbagai kabupaten dan kota di NTB.

“Semoga keberadaan Bendungan Meninting memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kelestarian alam di sekitarnya,” ujar Indah.

Ia mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan investasi bagi masa depan.

“Kalau kita mencintai alam, maka alam akan mencintai kita,” katanya.

Indah juga menekankan bahwa NTB dihuni oleh berbagai suku yang hidup berdampingan dalam harmoni. Menurutnya, keberagaman tersebut harus terus dijaga dengan semangat saling menghormati, saling membantu, dan saling memberikan manfaat.

“Keberagaman adalah kekuatan NTB. Mari kita rawat persaudaraan dan kebersamaan agar daerah ini semakin maju,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Indah mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian Bendungan Meninting sekaligus mempromosikan potensi wisata Lombok.

“Datanglah ke Lombok, nikmati keindahan senjanya, singgahlah sejenak ke Meninting dan pesona Gunung Rinjani. Semoga Bendungan Meninting tetap lestari dan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, pembagian Bubur Beaq-Mandiq Safar, serta penyerahan santunan kepada anak yatim. Tradisi yang terus dilestarikan tersebut menjadi simbol harmonisasi antara adat, agama, dan semangat gotong royong masyarakat Sasak di tengah hadirnya Bendungan Meninting sebagai salah satu infrastruktur strategis di NTB.