Jakarta, — Memilih jurusan kuliah tidak hanya soal minat dan bakat, tetapi juga perlu mempertimbangkan peluang kerja setelah lulus. Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan riset Kemendikbudristek, sejumlah jurusan justru mencatat tingkat pengangguran yang cukup tinggi.
Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS per Agustus 2024 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan tinggi mencapai 5,83%, lebih tinggi dibanding lulusan SMK. Bahkan, beberapa jurusan mencatatkan angka pengangguran di atas 10%.
📊 Daftar Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi
Data ini dikompilasi dari laporan Sakernas BPS 2024 dan pemetaan ketenagakerjaan lulusan oleh Pusat Data dan Informasi IPTEK DIKTI (Pusdatin):
-
Ilmu Komunikasi
🔹 Pengangguran: 12,3%
🔹 Pesaing banyak, pasar kerja terbatas. -
Sastra dan Bahasa Asing
🔹 Pengangguran: 11,8%
🔹 Lapangan kerja terbatas di luar sektor pendidikan. -
Ilmu Politik dan Pemerintahan
🔹 Pengangguran: 11,1%
🔹 Seringkali hanya mengandalkan peluang ASN dan LSM. -
Pendidikan Non-Teknis (Sejarah, Sosiologi, dll)
🔹 Pengangguran: 10,7%
🔹 Formasi guru tiap tahun terbatas, tidak sebanding dengan jumlah lulusan. -
Seni Rupa dan Desain Murni
🔹 Pengangguran: 9,9%
🔹 Industri kreatif padat persaingan, butuh portofolio dan relasi kuat.
🗣️ Kutipan Pakar & Lembaga Resmi
Dr. Imam Gunawan, Direktur Kemahasiswaan Kemendikbudristek RI, menyatakan:
“Anak-anak muda harus mulai melihat tren 5-10 tahun ke depan. Jangan sekadar ikut tren jurusan populer, tapi lihat juga kebutuhan industri. Pilih jurusan yang adaptif dan relevan.”
— (Sumber: Kompas.com, 28 Mei 2025)
Kepala BPS Dr. Margo Yuwono juga mengingatkan pentingnya pengalaman kerja bagi lulusan:
“Tingkat pengangguran sarjana masih tinggi karena banyak yang lulus tanpa keterampilan praktis. Data kami menunjukkan, yang pernah magang atau kerja paruh waktu lebih cepat diserap industri.”
— (Sumber: Paparan BPS, “Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2024”, rilis resmi di bps.go.id, November 2024)
🧭 Tips untuk Calon Mahasiswa
-
Riset tren industri 5–10 tahun ke depan (misalnya: teknologi, energi, dan kesehatan).
-
Ambil kampus dengan kerja sama industri nyata (magang, proyek akhir).
-
Bangun keterampilan digital, komunikasi, dan bahasa asing di luar kurikulum kampus.
-
Perbanyak pengalaman nyata: proyek freelance, organisasi, lomba, dan relawan.
📌 Catatan: Data bisa berubah seiring waktu. Mahasiswa harus aktif memperkuat soft skill dan portofolio sejak kuliah untuk bersaing di pasar kerja global.
