Kuota BPI 2024 Melenceng Jauh, Ribuan Pelamar Tak Lolos, Ancam Ke DPR, Pihak Penyelenggara BPI Klaim Persaingan dan Kuota!

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2024 10 13 08 41 21 14 1c337646f29875672b5a61192b9010f92

Kekecewaan mendalam melanda ribuan pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) 2024 setelah pengumuman penerima beasiswa yang ternyata jauh dari jumlah kuota yang dijanjikan.

Dalam sosialisasi awal, menurut salah satu anggota grup whatsap menyebutkan kuota penerimaan disebutkan akan mencapai 12.000 orang, namun kenyataannya kurang dari 10% dari angka tersebut yang diterima, dengan alasan keterbatasan dana?

Baca:Kegagalan Massal BPI 2024! Bikin Pelamar Geram, Petisi Siap Guncang DPR!

Hal ini memicu kekecewaan dan amarah di kalangan pelamar yang merasa telah dipermainkan oleh pihak penyelenggara. Banyak pelamar telah berjuang keras mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan harapan besar, namun akhirnya harus menerima kenyataan pahit. Beberapa bahkan membawa serta keluarga mereka dari luar kota untuk melanjutkan studi terutama Strata S3 (Doktor) mereka berharap bisa lolos di Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

Salah satu komentar warga grup whatsapp menulis, “Saat sosialisasi dibilang akan ada 12.000 penerima, tapi nyatanya yang diterima tahun 2024 sekitar 1226 pelamar. Saya sudah bawa anak dan istri, berkorban biaya dan waktu, tapi akhirnya tidak lulus. Ini sangat mengecewakan dan seakan-akan kami dibohongi,” tulisnya dengan nada kecewa.

Para pelamar menilai keputusan ini terkesan sebagai bentuk pembohongan publik karena jumlah kuota yang jauh dari ekspektasi awal. Mereka menyebut bahwa alasan keterbatasan dana seharusnya sudah dipertimbangkan sejak awal agar tidak menimbulkan harapan palsu bagi ribuan pelamar.

Baca:Aksi Damai Pilkada Kota Malang: Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Kota Malang Menyuarakan Persatuan Dan Kesatuan Tanpa Menyebarkan Black Campaing

Rencana untuk mengajukan keluhan resmi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia pun mulai mencuat. Para pelamar berharap pihak berwenang dapat meninjau ulang kebijakan kuota dan memastikan bahwa transparansi anggaran dan seleksi diperbaiki di masa depan.

“Kami merasa sudah ditipu. Ini bukan soal kami tidak lulus, tapi soal ketidakadilan dan kurangnya transparansi. Kami akan membawa masalah ini ke DPR dan DPD agar pihak yang bertanggung jawab bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” tambah perwakilan pelamar pada grup whatsap.

Dengan bergulirnya berbagai statement para pelamar BPI, di grup whatsapp, media mencoba menghubungi pihak penyelenggara beasiswa melalui IG, jawabannya seperti ini, ” Persaingan tahun ini memang sangat ketat krn kuota terbatas”. Ini jawaban singkatnya.

Diketahui pengurangan kuota yang drastis ini memicu perdebatan di kalangan pelamar terutama tidak lolos seleksi wawancara. Untuk informasi jelasnya bisa menghubungi pihak BPI melalui https://beasiswa.kemdikbud.go.id/instagram resminya awarde_bpi.

Semoga dapat membantu.