29 Sekolah Jadi Sasaran PLP UNU NTB, Penempatan di SLB Jadi Pengalaman Baru Mahasiswa

blank
oplus_2

MATARAM — Fakultas Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama NTB membekali mahasiswa yang akan mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) sebelum diterjunkan ke sekolah mitra. Kegiatan pembekalan berlangsung di Ballroom Atqia UNU NTB.

Tahun ini, mahasiswa PLP UNU NTB akan ditempatkan di 29 sekolah di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan PLP tahun ini adalah adanya penempatan mahasiswa di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Baca Juga:Beasiswa Unggulan 2026 Buka Beasiswa S1, S2, dan S3

Ketua PLP Fakultas Pendidikan UNU NTB, Muhammad Syahroni,M.Fis. mengatakan PLP bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam praktik pendidikan.

“Melalui PLP ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta yang belajar di sekolah, tetapi mampu menjadi pelopor dan penggerak pendidikan yang berkualitas di wilayah yang menjadi mitra UNU NTB,” ujarnya.

Menurut Syahroni, mahasiswa perlu membangun komunikasi dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Selama berada di lapangan, mahasiswa juga diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin.

Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia profesional sebagai pendidik.

Dekan Fakultas Pendidikan UNU NTB, Hadi Wijaya, M.Pd.,(Kandidat Doktor) mengatakan pembekalan menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan sebelum berhadapan langsung dengan kondisi di sekolah.

“Ini adalah kegiatan yang cukup penting dalam rangka mempersiapkan mahasiswa sebelum turun ke sekolah. Mahasiswa harus memiliki gambaran, pemahaman, dan kesiapan untuk menghadapi kondisi nyata di lapangan,” kata Hadi.

Ia menjelaskan, Fakultas Pendidikan UNU NTB telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah mitra melalui Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut mencakup pengembangan dan inovasi pendidikan, khususnya pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Hadi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar datang ke sekolah untuk mengajar. Sebelum menjalankan kegiatan, mahasiswa diminta melakukan observasi untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan sekolah.

“Prinsip-prinsip kurikulum yang dipelajari di kampus harus mampu diterapkan di sekolah. Jangan hanya datang dan mengajar. Lakukan observasi terlebih dahulu, lihat apa yang menjadi kebutuhan sekolah, kemudian hasil observasi itu didiskusikan dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa mengenal penerapan pendekatan pembelajaran yang berkembang saat ini, termasuk deep learning atau pembelajaran mendalam.

Menurut Hadi, penempatan mahasiswa di SLB memberikan pengalaman berbeda. Mahasiswa dapat belajar memahami karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus sekaligus mengenal cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka.

“Di SLB ada sesuatu yang spesial. Mahasiswa bisa belajar sekaligus mengajarkan pengalaman tersebut kepada teman-temannya yang lain, terutama terkait norma, komunikasi, dan cara berinteraksi dengan peserta didik berkebutuhan khusus,” katanya.

Mahasiswa yang ditempatkan di SLB juga diharapkan memiliki kesiapan, termasuk kemampuan dasar bahasa isyarat. Pengalaman tersebut dinilai dapat memperluas wawasan mahasiswa sebagai calon pendidik.

Sementara itu, Rektor UNU NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah, M.Pd.I., turut hadir sekaligus membuka kegiatan pembekalan secara resmi.

Rektor mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan PLP sebagai kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

“Dalam beberapa hari ke depan, kalian akan mulai berada di sekolah. Selama tiga tahun belajar di kampus, apa yang kalian pelajari akan mulai dipraktikkan secara langsung melalui kegiatan PLP. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan penuh kesungguhan,” pesan Baiq Mulianah.

Ia mengatakan pengalaman di lapangan tidak selalu sama dengan teori yang dipelajari di ruang kuliah. Karena itu, mahasiswa perlu mampu mengamati, memahami kondisi sekolah, membangun komunikasi, serta mencari solusi terhadap persoalan yang ditemui.

Dengan penempatan di 29 sekolah, termasuk SLB, pelaksanaan PLP UNU NTB tahun ini diharapkan memberikan pengalaman yang lebih luas kepada mahasiswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman mengajar, tetapi juga memahami keberagaman karakteristik peserta didik dan kebutuhan sekolah secara langsung.