Luwu Utara, — Puskesmas Baebunta, yang semestinya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, tengah diterpa polemik. Sejumlah tenaga kesehatan melaporkan dugaan sikap arogan Kepala Puskesmas terhadap bawahan. Bahkan, nama salah seorang kerabat Bupati Luwu Utara disebut-sebut kerap digunakan sebagai tameng kekuasaan.
Baca:Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Laptop
Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya keluhan pelayanan terhadap pasien yang dinilai abai, serta gaya kepemimpinan yang dianggap kurang mencerminkan keteladanan. Nama Opu TI, yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan Bupati, dikabarkan beberapa kali disinggung oleh Kepala Puskesmas saat berinteraksi dengan tenaga medis.
Situasi tersebut mendapat perhatian DPRD Luwu Utara. Pada Kamis (4/9/2025), sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak di Puskesmas Baebunta. Sidak itu diduga terkait laporan masyarakat yang lebih dahulu masuk ke lembaga legislatif tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Baebunta, Titin Yuandri, SKM, membantah tudingan mencatut nama keluarga Bupati.
“Nama Opu TI memang benar saya sebut. Beliau adalah ketua bidang saya di PKK, dan kami sering berkoordinasi mengenai program rumah gizi serta rumah layak anak. Beliau tante saya, bukan untuk menakut-nakuti siapa pun,” ujar Titin, yang baru sepekan menjabat sebagai Kepala Puskesmas Baebunta.
Namun, bantahan tersebut belum sepenuhnya meredakan isu yang berkembang. Upaya media untuk meminta keterangan dari anggota DPRD usai sidak tidak berhasil karena rombongan dewan lebih dulu meninggalkan lokasi.
Ketua Forum LSM-Pers Luwu Utara, Andi Al Marwan, menilai persoalan di Baebunta tidak bisa dilepaskan dari kebijakan mutasi pejabat di daerah.
“Mutasi memang hak prerogatif bupati, tetapi sering kali dipandang lebih bernuansa politik ketimbang kompetensi. Akibatnya, instansi vital seperti Puskesmas bisa menjadi kacau,” ujarnya.
Menurut dia, sikap pimpinan yang arogan di lembaga layanan kesehatan jelas merugikan masyarakat. “Puskesmas adalah sentra utama pelayanan kesehatan. Jika kepemimpinannya tidak arif, pelayanan akan terganggu dan masyarakat yang menjadi korban. Pemerintah daerah perlu turun tangan sebelum masalah ini berlarut,” katanya.
(Tim)
