Mahasiswa Ekonomi Ini Punya Lapak Rahasia di Kampus, Hasilnya Bikin Kaget

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2025 04 17 15 28 50 70 965bbf4d18d205f782c6b8409c5773a42

Mataram – Menjalani kuliah sambil berjualan bukan hal mudah, namun tidak bagi Khaerul Anam, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB). Pemuda asal Bertaís ini memanfaatkan waktu luangnya di kampus untuk berjualan dan berhasil meraih pendapatan tambahan sekitar Rp200 ribu lebih per hari.

Baca Juga:Mendidik dan Menginspirasi: UNU NTB Gaungkan Isu Kekerasan Seksual di MAN Lombok Barat

“Jualannya hanya di kampus saja,” ujar Anam saat ditemui di lingkungan kampus UNU NTB. Ia menambahkan bahwa saat hari libur kuliah, dirinya juga ikut libur berjualan dan memanfaatkan waktu tersebut untuk mengerjakan aktivitas produktif lainnya.

Menariknya, ketika musim durian tiba, Anam juga ikut menjual buah berduri yang banyak digemari itu. “Kalau musim durian, saya jualan durian juga,” katanya sembari tersenyum.

Aktivitas jualannya bukan hanya demi uang, melainkan bentuk tanggung jawab membantu orang tua. Anam berharap kisahnya bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya agar tidak malu berjualan dan bisa mandiri secara ekonomi sejak di bangku kuliah.

“Kalau bisa bantu orang tua kenapa tidak. Jangan gengsi, yang penting halal dan berkah,” ujarnya.

Ketua Program Studi Ekonomi Islam UNU NTB, Bapak Muhammad Yakub, S.H.I., M.E.I., memberikan apresiasi atas semangat dan kemandirian Anam. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan ekonomi Islam tidak hanya teoritis tetapi juga dapat diterapkan langsung dalam dunia bisnis yang terus berkembang pesat. Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu memanfaatkan peluang yang ada, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital dalam berbisnis.

Baca:Festival Bau Nyale: Menggali Kearifan Lokal, Membangun Pendidikan Berbasis Budaya

Semangat dan kemandirian Khaerul Anam menjadi contoh nyata bahwa kuliah tidak menghalangi seseorang untuk produktif dan mandiri.