Mampukah? Milenial mengambil peran kontestasi pemilu 2024 mendatang (tantangan dan harapan yang absolut)

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – OPINI – 8 bulan menuju kontestasi pemilu 2024 yang prediksi oleh banyak pihak utamanya para pengamat dan pegiat politik akan melahirkan politikus- politikus muda yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dan harapan para milenial..

Gayung bersambut kemunculan para generasi muda yang akan mengambil kontestasi yang dimaksud sudah mulai banyak bermunculan menebar pesona melalui player dengan tak line dan conten yang cukup menarik perhatian.

Baca Juga: BACA! Pemilu 2024 Kerja Bawaslu Dalam Muatan Lokal Gumi Dayan Gunung ? Ria Sukandi

Mewakili Harapan pemilih milenial sebetulnya bukan pada persolaan diatas pemilihan tak line dan pemilihan conten yang menarik tersebut akan tetapi harapan generasi pada ajang pemilu 5 tahunan ini soal siapa yang mampu mengakomodir harapan dan kepentingan mereka.

Banyak dari diskusi dan pertemuan ilmiah ataupun pertemuan semacamnya digagas oleh penyelenggara pemilu dan partai politik yang menyelenggarakan acara untuk menjaring harapan tersebut namun tidak banyak yang mampu merealisasikannya sampai pada program yang dirasakan oleh generasi milenial tersebut.

Istilah atau ungkapan “RAOS CALEG” seolah menjadi legitimasi dan stigma negatif soal buruknya kemampuan komunikasi para politisi saat ini dalam mendapatkan empati mereka.

Baca Juga: Isi Formulir Pendaftaran Beasiswa Unggulan NTB Jenjang D1, D2, D3, D4, S1, S2 Hingga S3 Tahun 2023

Berselancar di dunia sosial media acapkali kita hanya menemukan conten-conten joget dan promosi barang dan sejenisnya pada flatform digital semisal tik tok sangat memungkinkan dijadikan sebagai media menyampaikan edi dan gagasan agar pesan tersebut tersampaikan pada generasi milenial atau Gen Z tersebut.

Lumrah pula generasi milenial hanya di jadikan objek hampir di setiap pemilu, bonus demografi dan pemilih generasi muda memiliki lebih seyogyanya paradigma tersebut harus di balik menjadi generasi muda/milenial sebagai subjek dan diberikan kebebasan menentukan arah pembangunan dimasa yang akan datang.

Peran tersebut melihat pada kompleksitas pembangunan yang begitu masif hari ini, yang selalu berorientasi pada pembangunan fisik, jarang yang menyentuh pada peningkatan sumber daya manusianya.

Kemajuan dan kebutuhan pemenuhan ruang digitalisasi hari ini sebetulnya bisa di tangkap peluang besar menyelaraskan SDM unggul dan kompetitif persaingan dimasa yang datang.

Jika politik diasumsikan sebagai media penentuan kebijakan maka tulisan sepatutnya dijadikan sebagai refrensi bagaimana generasi milenial kita di tarik partisipasinya melalui kampanye diruang-ruang digital dan menawarkan program yang selaras dengan kebutuhan mereka.

Baca juga: PENTING! 10 Tugas dan Kewajiban Mahasiswa Selama Melaksanakan KKN Selengkapnya…

Tulisan ini juga ingin menyampaikan pesan kepada semua pembaca generasi milenial kita sebetulnya memiliki yang tidak kalah jauh hebatnya, hanya mereka butuh diberikan ruang untuk mengekspresikan kompetensi mereka tersebut.

Screenshot 2023 07 22 08 43 23 13 439a3fec0400f8974d35eed09a31f9142
Penulis; Mampukah Milenial mengambil peran kontestasi pemilu 2024 mendatang ( tantangan dan harapan yang absolut)!. Taufiqurrahman M.Pd. (Dosen UNU NTB).

Akhirnya semoga tulisan dapat dijadikan rujukan tentang bagaimana menggaet simpati dan empati generasi milenial supaya mereka bisa aktif dan memberikan partisipasinya dalam pemilihan umum 14 februari 2024 mendatang. (Taufik).