Muslim Wajib Tahu 7 Keutamaan Bulan Muharram 1446/2024

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2024 07 06 18 56 50 73 c0d35d5c8ea536686f7fb1c9f2f8f2742

lpkpkntb.com – Bulan Muharram bukan hanya bulan pertama pada Kalender Islam yang menandai Tahun Islam Baru.

Bulan Muharram juga merupakan salah satu dari empat bulan suci. Seperti firman Allah dalam Quran yang artinya ’’Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (Surah At-Taubah 9:36).

Tanggal 1 Muharram 2024 atau 1446 H jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024. Hari itu sudah tertuang dalam kalender yang dikeluarkan Kementerian Agama RI.

Baca Juga: Syaikhuna Qadir Al-Jaelani: Untuk Menjadi Pendidik yang Berkompeten dan Berkualitas dibutuhkan 3 kompetensi Pendidik Ketika Mengajar

Media Mengutip Berbagai Sumber Tentan Kutamaan 1 Muharram 2024

I. Awal Tahun Hijriah

Bulan Muharram dijadikan awal bulan hijriah berdasarkan konsensus Khalifah Umar bin Khattab dan direkomendasikan oleh Utsman bin Affan.

Dipilihnya Bulan Muharram sebagai awal tahun hijriah juga karena banyak keutamaan dan peristiwa penting para nabi yang terjadi di bulan mulia ini. Selain itu, malam tanggal 1 Muharram disebut sebagai Malam Tahun Baru Islam

II. Bulan yang Dimuliakan Allah

Bulan Muharram disebut sebagai bulan haram atau mulia oleh Allah SWT.

III. Bulan ini adalah Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang berperang karena disucikannya keempat bulan tersebut.

Oleh karena itu, Muharram juga dinamakan “Syahrullah Asham,” yang berarti Bulan Allah yang Sunyi karena larangan berperang.

IV Amalan Saleh

Saat memasuki bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh. Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain berpuasa, bersedekah, berdzikir, dan membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.

V. Menghapus Dosa Setahun Lalu Dengan Puasa Asyura

Puasa sunnah di bulan Muharam sangat dianjurkan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW. bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharam dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam,” (HR Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan mulia ini, terutama pada hari ke-10 yang disebut dengan puasa Asyura. Puasa di hari Asyura dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Qatadah r.a.:

Rasulullah SAW. pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab, “Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat,” (H.R. Muslim).

Selain puasa 10 Muharam, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharam (puasa tasu’a) dan 11 Muharam. Inilah yang membedakan umat Islam dengan umat Yahudi, yang mana mereka hanya berpuasa di hari Asyura.

VI. Dilapangkannya rezeki bagi yang menafkahi keluarga

Selain melaksanakan puasa Asyura, amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh kaum muslimin pada tanggal 10 Muharam ialah menafkahi atau menambah uang belanja untuk keluarga. Habib Muhammad bin Farid al-Mutohhar menyampaikan bahwa amalan kebaikan tersebut merupakan salah satu ajaran Nabi.

Momentum ini dapat dimanfaatkan bagi para kaum muslimin yang memberi kelapangan untuk keluarganya di hari Asyura, maka insyaallah rezekinya akan dilapangkan oleh Allah. Di samping itu, umat Islam juga dianjurkan untuk bersilaturahmi, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, bersedekah, memotong kuku, memakai celak dan melakukan berbagai amalan baik lainnya di tanggal 10 Muharam.

VII. Bulan terjadinya peristiwa-peristiwa agung

Bulan Muharram dianggap mulia terutama pada hari Asyura dikarenakan banyak peristiwa agung bagi para nabi yang terjadi pada bulan tersebut. Beberapa di antaranya ialah:

– Diterimanya taubat Nabi Adam as setelah sebelumnya dikeluarkan dari surga
– Diselamatkannya Nabi Nuh as dan kaumnya dari kapal setelah banjir bandang
– Diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari Raja Namrud yang membakar tubuhnya
– Dibelahnya laut merah untuk Nabi Musa as dan Bani Israil, serta ditenggelamkannya raja Fir’aun dalam lautan
– Dikeluarkannya Nabi Yunus as dari perut ikan nun (ikan paus yang sangat besar)
– Disembuhkannya Nabi Ayyub as atas penyakitnya yang menjijikan
– Diampuninya Nabi Muhammad SAW dari kesalahan yang telah lewat dan yang akan datang.

Dari kisah-kisah agung para nabi yang terjadi di bulan Muharam tersebut, dapat disimpulkan bahwa Allah Maha Penolong dan Yang Maha Melindungi. Tidak hanya menolong hamba-Nya, namun Allah juga akan memberikan ampunan yang luas dan melipatgandakan pahala bagi yang taat kepada-Nya, terutama di bulan Muharam yang mulia.

Itulah VII (tujuh) hikmah dari Bulan 1 Muharram 1446H/2024. Semoga para pembaca dan kita semua diberikan kesehatan dan rezeki yang toyyibah. Aamiin.

(Abi).