42 Dosen Gagal Studi karena Beasiswa BPI Pathway Dibatalkan Mendadak

Avatar of lpkpkntb
beasiswa BPI 768x490 1

Unjuk Rasa Pecah di Depan Kantor Kemdiktisaintek

Jakarta — Sebanyak 42 dosen penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Luar Negeri Pathway 2024 Tahap 2 melakukan unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/5/2025). Dilansir laman Kompas.com.

Baca Juga:JADWAL CPNS 2025 DIBUKA JULI! Alhamdulillah Batas Usia Pelamar Resmi Ditambah, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Mereka kecewa karena program beasiswa yang telah mereka perjuangkan dibatalkan secara sepihak oleh pemerintah, menyusul penutupan program bantuan pendidikan dari USAID akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Karangan Bunga dan Poster Sindiran Warnai Aksi

42 Dosen Gagal Studi karena Beasiswa BPI Pathway Dibatalkan Mendadak
(Dok. Kompas.com). 42 Dosen Gagal Studi karena Beasiswa BPI Pathway Dibatalkan Mendadak.

Aksi unjuk rasa berlangsung damai dengan berbagai ekspresi kekecewaan. Para dosen membawa karangan bunga bertuliskan:

“Selamat & Sukses Launching Beasiswa PMDSU: Kami Tunggu Kelanjutan Beasiswa S3 BPI Pathway Tahap 2”.

Mereka juga mengangkat berbagai poster yang bertuliskan:

  • “PPAT: Mana Tanggung Jawabmu?”

  • “Kembalikan Anggaran Kami”

  • “Setengah Mati Cari LoA Sesuai Amanah Program. Lalu Tak Jadi Diberikan Beasiswa. #KisahSedih42DosenAcehPapua”

Baca:100 Soal CPNS & PPPK 2025 + Kunci Jawaban Lengkap! Resmi, Bisa Diunduh Gratis & Siap Lolos Seleksi

Dosen: Uang Kami Sudah Habis untuk Persiapan!

Salah satu penerima beasiswa, Dina, mengungkapkan bahwa mereka telah mengeluarkan biaya pribadi antara Rp8 juta hingga Rp10 juta untuk persiapan tes IELTS, TOEFL iBT, hingga GRE, demi memenuhi persyaratan BPI Luar Negeri Pathway 2024 Tahap 2.

“Kenapa 42 dosen ini enggak bisa hadir semuanya? Karena uangnya sudah habis untuk persiapan bahasa. USAID berhenti pada Februari, lalu kami diarahkan untuk belajar mandiri,” jelas Dina saat ditemui di lokasi.

Selain biaya, mereka juga telah mengorbankan waktu dan karier. Beberapa dosen bahkan sudah mengundurkan diri dari jabatan struktural di kampusnya demi fokus pada studi lanjut di luar negeri.

Sudah Diterima Kampus, Tapi Tak Dapat Letter of Guarantee

Dina menyebut seluruh peserta sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan. Namun, dokumen penting lain berupa Letter of Guarantee dari pemerintah tidak kunjung diberikan.

“Kami sudah lolos seleksi, diumumkan resmi di website beasiswa Kemendikbud, dan diterima di kampus luar negeri. Tapi beasiswanya dibatalkan sepihak,” ungkapnya.

Janji Palsu dari Pengelola Beasiswa?

Menurut Dina, pengelola beasiswa sempat memberikan harapan pada Februari 2025 bahwa keberangkatan tetap akan dilakukan, meskipun USAID menghentikan bantuannya.

Namun, pada Mei 2025, pihak Kemdiktisaintek tiba-tiba menyampaikan bahwa BPI Luar Negeri Pathway Tahap 2 dibatalkan tanpa solusi pengganti.

“Seharusnya mereka mencarikan mitra baru. Tapi setelah USAID berhenti, tak ada lagi kabar, tak ada solusi,” tegas Dina.

Perkuliahan Dimulai Agustus, Nasib Dosen Menggantung

Sebagian besar dari 42 dosen telah dinyatakan diterima di kampus tujuan, dengan perkuliahan yang dijadwalkan mulai Agustus 2025. Tanpa beasiswa, mereka kini terancam gagal berangkat dan kehilangan kesempatan akademik yang sudah diperjuangkan.

Sumber: Kompas.com