lpkpkntb.com – Beberapa perwakilan mahasiswa dari universitas dalam dan luar negeri yang berharap memperoleh Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) tahun ini mengalami kekecewaan karena banyaknya pelamar yang tidak lolos. Situasi ini mendorong sejumlah mahasiswa untuk mengajukan permintaan audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto agar beliau mempertimbangkan kebijakan yang lebih berpihak pada pendidikan dan transparansi beasiswa khususnya BPI.
Sejak adanya pengurangan kuota BPI 2024, mahasiswa merasakan ketidakpastian dan kecewa karena persiapan mereka yang intensif belum membuahkan hasil yang diharapkan, hal ini membuat kisruh terutama di kalangan pelamar.
Para mahasiswa juga berharap agar pembahasan ini dapat mendorong kementerian terkait untuk lebih proaktif dalam menyesuaikan anggaran beasiswa terutama DPR RI Komisi X.
Aliansi Pejuang BPI 2024, yang terdiri dari para pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang tidak lolos, telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 835 mahasiswa magister dan doktoral mengaku tidak diterima tanpa alasan yang jelas. Mereka mempertanyakan keputusan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), terutama karena kuota penerima beasiswa tahun ini berkurang drastis dari target awal 3.000 menjadi hanya sekitar 700 orang, inipun data belum jelas berapa yang diloloskan!.
Menurut informasi di dapat media, Penurunan ini disebutkan karena keterbatasan anggaran, yang dialokasikan ke pos-pos lain sehingga kuota harus dikurangi. Hanya pelamar dengan peringkat tertinggi dalam wawancara yang lolos.
Dalam upaya memperjuangkan nasib mereka, Aliansi Pejuang BPI 2024 akan melakukan pertemuan di DPR RI, dan pejabat Kemendikbud, hingga berencana menghubungi DPD RI untuk meminta tambahan anggaran.
