Viral Mahasiswa Wajib Sopan tapi Dosen Cuek saat Balas Pesan, Pengamat Pendidikan Buka Suara

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Ramai lagi soal Mahasiswa, baru-baru ini, tengah viral curhatan seorang mahasiswa yang mendapat perilaku kurang menyenangkan dari dosen.

Kemudian, warganet itu curhat bahwa mahasiswa dituntut untuk sopan saat mengirim pesan ke dosen.

Namun, hal berbeda dilakukan oleh dosen kepada mahasiswa.

Dalam cuitan yang diunggah pada Rabu (19/7/2023), warganet itu mengatakan bahwa mahasiswa harus memiliki sopan santun saat mengirim pesan kepada mahasiswanya.

Baca juga;

Rekrutmen CPNS 2023 Diserahkan Agustus, Siap-siap Pelajari Syaratnya

Namun, sang dosen tidak memberikan respons yang baik.

Curhatan itu disampaikan di akun Twitter @yeahmahasiswaa.

Salah satunya yakni hanya membaca pesan yang dkirimkan oleh mahasiswa.

“Mahasiswa harus punya sopan santun & adab buat chat dosen (salam pembuka, pengenalan, isi, salam penutup). Tp dosennya cuma read doang berkali-kali pdhl h-1 deadline, sekolah doang tinggi tp gbs ngehormatin org lain,” tertulis dalam unggahan.

Baca juga;

Contoh Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 3 Kampus di Indonesia Untuk Mahasiswa

Cuitan itu pun mendapatkan respons dari warganet yang lain.

Kemudian, tidak sedikit mahasiswa yang juga mendapatkan perilaku serupa.

Lantas, bagaimana tanggapan dari pengamat pendidikan ?

Dikutip media lpkpkntb.  dari Kompas.com. Pengamat pendidikan sekaligus pendiri Jurusanku, Ina Liem, justru memperhatikan kebiasaan yang terlalu cepat protes dan memberikan komentar, padahal belum tahu duduk perkaranya

“Menarik kesimpulannya juga harus berhati-hati,” kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (21/7/2023).

Menarik kesimpulannya juga harus berhati-hati,” kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (21/7/2023).

Menurut Ina Liem, pada dasarnya semua orang harus sopan dan beretika saat berkomunikasi dengan siapa pun.

Baca juga;

INSPIRATIF! Septi Niawati Wanita Asal Gontoran Dalam omset Ratusan Juta Rupiah

Menurut Ina Liem, pada dasarnya semua orang harus sopan dan beretika saat berkomunikasi dengan siapa pun.

“Demikian pula sebaliknya. Pihak perusahaan sudah memanggil wawancara, kadang mahasiswa atau lulusan tidak menanggapi, atau sudah mengiyakan tapi tiba-tiba tidak hadir tanpa pemberitahuan,” ujar Ina Liem.

Ina Liem menerangkan, jika tak kunjung menerima balasan dosen, mahasiswa dapat melakukan introspeksi diri terlebih dahulu.

Baca juga;

WORLD MANGROVE DAY, Mahasiswa KKN-PMD UNRAM 2023 Melakukan Penanaman 1000 Bibit Mangrove

“Jangan-jangan saya yang mepet dalam menghubungi dosen, sudah H-1 baru panik dan kejar dosen di waktu yang tidak sopan?” kata dia.

Mencoba berpikir positif juga dapat dilakukan, misalnya, pemikiran bahwa dosen menangani ratusan mahasiswa ditambah pekerjaan lain, berbagi waktu dengan keluarga, atau pesan tertumpuk.

Menurut Ina Liem, kondisi serupa juga tak jarang akan terjadi atau dialami saat memasuki dunia kerja.

“Di dunia kerja kita kirim proposal juga sering dicuekin, jadi harus kejar lagi dengan sopan, tidak perlu baper,” tuturnya.

Dia melanjutkan, mengirim pesan dengan sopan meski diabaikan adalah bagian dari pembelajaran.

Termasuk, belajar keterampilan hidup, sabar, dan belajar berkomunikasi dengan lebih persuasif.

“Belajar atur waktu jangan mepet, belajar berpikir positif, belajar cerdas bersosial media karena pihak perusahaan bisa cek karakter Anda di sana,” ujarnya.

Solusi jika Dosen Tak Kunjung Membalas

Sementara itu, jika dosen tidak kunjung membalas pesan, Ina Liem mengatakan bahwa mahasiswa dapat mencoba untuk menghubungi kembali.

Kendati demikian, introspeksi diri tetap perlu dilakukan, terutama jika pesan dikirim dalam waktu terlalu mepet batas waktu.

“Kalau tidak mepet kan ada waktu ke ruang dosen, dan sebagainya.

Di dunia kerja menghubungi orang sibuk ya memang seperti itu, harus kreatif berjuang,” ungkap Ina Liem.

“Bukan kesimpulannya jadi, kalau begitu saya tidak perlu sopan,” pungkasnya.

 

Media berpendapat, banyak cara untuk bisa menemui Dosen apabila tidak di respon via whatsap dan sebagainya, bisa dengan cara menemui dosen tatap muka, baik dirumah maupun di kampus.

Sebagai Mahasiswa juga sebaiknya bertanya pada diri sendiri, apakah yang dimaksud urusan penting itu penting bagi dosen juga? Kalau penting bagi mahasiswa saja, bersiaplah menghadapi respon tak suka dari dosen ketika mahasiswa memaksa minta jawaban atau minta bertemu.

Kemudian, Apakah selama ini  mahasiswa melakukan upaya yang membuat dosen merasa terhubung padanya? dan kenali juga situasi kapan mahasiswa hubungi Dosen.

Untuk itu sebagai Mahasiswa seharusnya menanamkan pikiran positif, membangun mindset untuk dirinya.

Ketika menjumpai seorang Dosen killer biasanya ditujukan pada dosen yang cara mengajarnya sedikit kuno, galak dan membosankan. Namun, walaupun dosen killer lekat dengan sikap yang negatif. Ternyata disadari atau enggak, dosen killer banyak berpengaruh positif bagi mahasiswanya lho.

Media Mengutip dari kumparan. Pengaruh Dosen Killer.

1. Menjadi disiplin

Untuk masalah kedisiplinan, dosen ini enggak akan segan menggembleng mahasiswanya. Karena sejatinya, disiplin adalah sifat atau kebiasaan yang diterapkan orang-orang yang sukses dalam hidup.

Maka, enggak heran kalau dosen killer akan menerapkan disiplin yang ketat, memang tujuannya untuk kebaikan kamu sendiri, kok. Biasanya, bentuk dan jenis disiplin yang diterapkan pun berbeda-beda, mulai dari disiplin waktu, pakaian, atau mungkin disiplin untuk bertanggung jawab terhadap tugas.

2. Belajar untuk kritis

Keseriusan dalam mengajar dan memberi ilmu kepada mahasiswanya adalah tujuan utama bagi setiap dosen, tapi mungkin masing-masing dosen memiliki cara yang berbeda, salah satunya seperti dosen killer yang sistem pengajarannya memang tegas dan serius.

Sebagian besar mahasiswa, mungkin menganggap ketegasan dan keseriusan dosen tersebut sangatlah berlebihan. Tapi, tentunya pasti seorang dosen akan memberikan yang terbaik untuk para mahasiswanya, alhasil dari ketegasan dan keseriusan dalam belajar dapat melatih pola pikirmu menjadi lebih kritis.

3. Relasimu lebih luas

Dosen killer juga bisa jadi sosok yang mendapuk pribadimu menjadi lebih kritis dan tangguh, hingga membekalimu dengan ilmu yang lebih komprehensif. Alhasil, dosen yang semula kamu takuti itu menjadi sosok yang kamu jadikan panutan.

Sisi dingin dari luarnya tersebut terasa begitu hangat ketika kalian saling mengenal satu sama lain. Oleh sebab itu, tampaknya relasimu bertambah menjadi lebih luas sebab kamu berhasil mendapatkan afeksi akan usahamu.

4. Kaya akan ilmu

Terlepas dari menjadi kritis dan relasimu lebih luas, ilmu kamu juga semakin bertambah. Sebab, biasanya tipe dosen killer akan lebih banyak diskusi denganmu dibandingkan berdiam atau hanya mencoba membaca materi di power point.

Karena kebiasaan tersebut, kerap kali kita mendapat informasi dan ilmu yang banyak dari dosen tersebut. Jadi, coba hilangin pemikiran yang negatif tentang dosen killer, ya, karena enggak semua dosen killer selalu berpengaruh negatif untuk dirimu tapi ada sisi positifnya juga.

Baca juga:

Mahasiswa KKN UNU NTB Senam Pagi di Desa Gontoran Lingsar Lombok Barat

Pengalaman penulis (media) ketika bimbingan tesis mendapatkan Seorang Dosen yang dibilang Killer, ketika melakukan konsultasi bisa sampai 2 bulan proposal tidak dibuka-buka, padahal kalau dikroscek tidak sampai membutuhkan waktu 5 menit, tapi penulis sadar bahwa itu adalah cara seorang Dosen ingin melatih mental dan kesabaran Mahasiswa.

Alhamdulillah dari pengalaman tersebut media belajar banyak dari Dosen dibilang killer, mulai dari menganalisis masalah, ketelitian setiap bab dan pada akhirnya berhasil membuat produk buku pembelajaran untuk Guru, dan referensi buku pembelajaran lainnya. Itulah pengalaman singkat media  ketika menghadapi Dosen Killer.

Demikian informasi mengenai curhatan seorang Mahasiswa chat dengan Dosen nya tanpa respon. Semoga menjadi pembelajaran terutama Mahasiswa untuk tetap menjaga dialektika komunikasi dengan orang lain, apalagi dengan seseorang yang disegani.

Semoga bermanfaat. **.