Selain menggunakan obat stroke yang diresepkan oleh dokter, ada beberapa jenis obat stroke herbal paling ampuh untuk mengobati penyakit satu ini.
Sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk mengkonsumsi jenis obat stroke alami ini agar pengobatan yang diberikan dokter tidak terganggu.
Tujuan pengobatan stroke adalah mencegah terjadinya dampak yang lebih buruk seperti kerusakan atau cacat permanen hingga risiko hilangnya nyawa penderitanya.
Beberapa jenis obat tradisional stroke ini dapat ditemukan dari tumbuhan atau tanaman yang ada di sekitar rumah atau bahkan Anda dapat menanamnya sendiri.
Para ilmuwan telah melakukan penelitian terhadap tumbuhan yang diyakini ampuh untuk mengobati stroke secara klinis untuk menggantikan atau mendampingi terapi pengobatan stroke. Berikut lpkpkntb.com himpun obat herbal yang dapat di jadikan obat alami untuk mencegah terjadinya penyakit stroke dari berbagai sumber.
1. Bawang Putih

Bawang putih (Allium sativum) banyak mengandung manfaat khususnya dalam dunia pengobatan secara alami atau herbal untuk berbagai jenis penyakit seperti stroke.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan mengungkapkan jika bawang putih mampu untuk melebarkan pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya stroke.
Selain itu, mengkonsumsi bawang putih secara rutin ampuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hiperensi), menurunkan kolesterol buruk dan berfungsi sebagai koagulan.
2. Kunyit

Kunyit dipercaya efektif membantu memulihkan orang pasca stroke untuk meregenerasi sel-sel yang ada pada otak sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan pada arteri.
Selain itu, mengkonsumsi kunyit secara teratur dapat mencegah terjadinya pembekuan pada darah.
Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang terbaik guna pemanfaatan kunyit sebagai obat stroke alami.
3. Ginseng

Tumbuhan yang terkenal berasal dari Korea ini dipercaya ribuan tahun sebagai obat berbagai jenis penyakit dalam, salah satunya adalah penyakit stroke.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan dengan metode menyuntikkan ginseng Siberia melalui intravena terbukti mengatasi penyumbatan pembuluh darah menuju otak.
Selain obat untuk stroke, mengkonsumsi ginseng mampu untuk meningkatkan memori pada orang dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer atau pun Demensia.
4. Sambiloto

Tanaman Sambiloto atau dalam bahasa Latin Andrographis Panuculata mempunyai banyak khasiat untuk meningkatkan kesehatan dan mengobati berbagai jenis penyakit kronis seperti stroke ringan.
Daun-daunan untuk obat stroke ini dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah, jantung dan melindungi kerusakan sel. Hebatnya, tumbuhan ini juga mempunyai kandungan antibakteri, antiinflamasi yang besifat kholereyik.
Cara membuat ramuan obat stroke alami menggunakan daun Sambiloto sangat mudah, cukup ambil 5 lembar daun lalu cuci sampai bersih kemudian seduh dengan setengah gelas air panas.
Tambahkan satu sendok madu untuk mengurangi rasa pahit dan tunggu hingga minuman menjadi hangat dan siap untuk dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari.
5. Kulit Manggis
Banyak produsen obat saat ini telah berlomba-lomba untuk melakukan ekstrasi kulit manggis sebagai obat berbagai jenis penyakit salah satunya stroke.
Kulit manggis mempunyai kandungan senyawa xanthone yang terdiri dari berbagai jenis seperti antioksidan, maclurin, gertanin, A-mangostin, B-mangostin, isomangostin, garcinone A, B, C, D dan E.
Senyawa yang ada pada kulit manggis inilah yang bertugas melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan rasa sakit, mengurangi tekanan darah (hipertensi) hingga mencegah kanker.
6. Seledri

Obat herbal pertama yang bisa membantu mengobati stroke adalah seledri. Tanaman ini memiliki sifat antihipertensi yang sangat dibutuhkan oleh pasien stroke.
Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan.
Beberapa negara termasuk Jepang, Tiongkok, dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan.

Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap.
Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa seledri bisa diolah menjadi jamu untuk menunjang pemulihan pasien stroke.
Selain itu juga penelitian secara ilmiah juga mendukung pengetahuan tersebut. Tak hanya daunnya saja yang memiliki khasiat, akar, buah dan biji seledri pun dapat digunakan sebagai obat.
Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing, peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, dan penenang (sedatif).
Selain itu, daun seledri dikenal sebagai bumbu dapur yang ampuh untuk membersihkan ginjal. Namun, bagaimana sih caranya? berikut ini.
– Cuci seikat daun seledri hingga bersih lalu dipotong kecil-kecil
– Kemudian rebus selama 10 menit.
– Setelah direbus, diamkan hingga dingin
– Saring daun seledri dan masukkan ke dalam botol bersih dan simpan di lemari es.
– Ramuan ini diminum satu gelas setiap hari
Anda akan merasakan bagaimana khasiat dari ramuan daun seledri ini karena akan membuang kotoran dan racun yang menumpuk melalui air seni.
Selain membersihkan ginjal, menurut dokter dan peneliti, masih banyak manfaat daun hijau ini untuk kesehatan, seperti berikut ini
– Daun seledri mengandung vitamin A yang tinggi, sedangkan batang merupakan sumber vitamin B1, B2, B6 dan C dengan pasokan kaya potasium, folat, kalsium, magnesium, besi, fosfor, natrium dan kandungan asam amino esensial yang tinggi.
– Natrium organik alami yaitu garam dalam seledri sangat aman untuk dikonsumsi dan sangat penting untuk kesehatan tubuh.
Bahkan untuk anda yang mengalami gangguan dengan kestabilan darah seperti hipertensi masih aman untuk mengonsumsi natrium yang terkandung di dalam seledri.
Manfaat seledri selalu dikaitkan dengan menurunkan tekanan darah padahal saledri juga dapat membantu anda dalam menjaga fungsi ginjal. dokter Suci Dwi Putri/klidokter/berbagai sumber).
– Pada atlet saledri bisa dikonsumsi dengan cara di jus untuk menyempurnakan pasca latihan tonik karena menggantikan elektrolit yang hilang dan rehydrates tubuh dengan kandungan mineral yang terkandung di dalam seledri.
– Kandungan kumarin yang terdapat di dalam seledri mampu mencegah pembentukan dan perkembangan kanker usus dan perut.
Selain itu seledri mampu menjadi efek pencahar alami seledri yang membantu untuk meringankan sembelit.
– Kandungan dari seledri yang dibuat jus seledri dapat membantu mengontrol nafsu makan anda
– Efek diuretik dari seledri yang membantu pemecahan dan penghapusan urin dan empedu.
– Seledri diketahui mengandung setidaknya delapan keluarga senyawa anti kanker.
Diantaranya adalah acetylenics yang telah terbukti menghentikan pertumbuhan sel tumor.
– Asam fenolat yang menghalangi aksi prostaglandin yang mendorong pertumbuhan sel tumor. Dan kumarin yang membantu mencegah radikal bebas dari sel-sel yang merusak.
Selain itu kandungan mineral yang terdapat di dalam seledri juga mampu menyeimbangkan pH di dalam tubuh dan menetralkan keasaaman. dilansir dari laman tribun-timur.com.
Tersedia buku dan cara meramunya, dapat menghubungi Penerbit ” UNUNTB Mataram”.

Demikian informasi obat herbal yang dapat dijadikan referensi mencegah penyakit dalam tubuh, semoga bermanfaat. (Abi/Ron).
