Zionis Serang Jemaah Idul Fitri di Al-Aqsa, Salat Ied 1447 H Ditiadakan untuk Pertama Kali Sejak 1967

Avatar of lpkpkntb
Zionis Serang Jemaah Idul Fitri di Al-Aqsa, Salat Ied 1447 H Ditiadakan untuk Pertama Kali Sejak 1967
Zionis Serang Jemaah Idul Fitri di Al-Aqsa, Salat Ied 1447 H Ditiadakan untuk Pertama Kali Sejak 1967. (Dok: X/@warfareanalysis)

Al-Quds – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Al-Quds (Yerusalem) berubah menjadi duka mendalam bagi warga Palestina. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1967, umat Islam tidak dapat melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa akibat pembatasan ketat yang diberlakukan oleh otoritas Israel.

Baca:Israel Ancam Bunuh Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei, Konflik Timur Tengah Makin Panas

Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik warga Palestina berusaha mendekati kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (20/3/2026). Namun, mereka justru dihadang bahkan diserang oleh aparat keamanan saat hendak menunaikan salat Idul Fitri.

Dalam rekaman tersebut, tampak jemaah dipukul mundur saat mencoba melaksanakan ibadah di sekitar pintu masuk masjid. Peristiwa ini menjadi catatan sejarah kelam, mengingat selama lebih dari lima dekade, salat Idul Fitri tetap dilaksanakan di salah satu situs suci umat Islam tersebut.

Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Disebut Tewas dalam Serangan AS-Israel

Larangan dan Tindakan Represif

Otoritas Israel diketahui secara resmi melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa dengan alasan keamanan di tengah situasi konflik yang masih berlangsung, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sebagai bentuk respons, warga Palestina menyerukan agar umat Muslim tetap berkumpul di sekitar Kota Tua Yerusalem dan melaksanakan salat sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Aparat keamanan dilaporkan membubarkan kerumunan dengan tindakan represif, termasuk penggunaan pentungan, granat kejut, dan gas air mata terhadap jemaah yang mencoba beribadah di luar kawasan masjid.

Suasana Idul Fitri yang Muram

Alih-alih dipenuhi kebahagiaan, suasana Idul Fitri di Al-Quds justru berlangsung dalam kondisi mencekam. Kawasan Kota Tua yang biasanya ramai oleh aktivitas warga menjelang hari raya berubah drastis menjadi sepi.

Pembatasan tidak hanya berlaku pada aktivitas ibadah, tetapi juga berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat. Banyak toko milik warga Palestina dipaksa tutup, kecuali apotek dan toko kebutuhan pokok.

Sejumlah pedagang mengaku mengalami tekanan ekonomi akibat kebijakan tersebut, meskipun sebagian besar memilih tidak memberikan pernyataan terbuka karena khawatir terhadap potensi tindakan represif.

Pembatasan Sejak Akhir Ramadan

Pembatasan akses menuju Masjid Al-Aqsa sebenarnya telah terjadi sejak malam-malam terakhir Ramadan. Pada malam ke-27 Ramadan yang diyakini sebagai Lailatul Qadar, aparat keamanan memperketat penjagaan dan membatasi jumlah jemaah yang diizinkan masuk ke kompleks masjid.

Akibatnya, banyak warga Palestina tertahan di pintu-pintu masuk Kota Tua, termasuk di Bab al-Sahira. Mereka terpaksa melaksanakan salat di jalanan dan ruang terbuka di bawah pengawasan ketat aparat bersenjata.

Bebas Setelah Sekian Lama: 1.966 Warga Palestina Disambut Sorak dan Air Mata

Simbol Keteguhan Iman

Meski berada dalam tekanan, warga Palestina tetap menunjukkan keteguhan dengan berusaha melaksanakan ibadah sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa. Seruan untuk tetap hadir di sekitar kawasan tersebut menjadi simbol perlawanan damai atas pembatasan yang mereka anggap tidak adil.

Peristiwa ini kembali menyoroti situasi di Al-Quds yang masih berada dalam kondisi pendudukan, serta meningkatnya ketegangan yang berdampak langsung terhadap kebebasan beribadah umat Islam di salah satu situs paling suci di dunia.