Tangis haru, sorak gembira, dan pelukan penuh rindu pecah di perbatasan Gaza pada Senin pagi (13/10/2025). Setelah bertahun-tahun terpisah dari keluarga dan tanah kelahiran, sebanyak 1.966 warga Palestina akhirnya pulang bukan sebagai tahanan, melainkan sebagai simbol harapan baru. Momen bersejarah ini menjadi babak menggetarkan dalam perjalanan panjang konflik yang selama ini membakar Timur Tengah.
Mereka merupakan tahanan yang dibebaskan dari penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas Suasana penuh haru menyelimuti setiap sudut ketika bus-bus yang membawa para tahanan melintasi gerbang perbatasan. Tangis bahagia meledak di antara keluarga yang menunggu dengan foto, bunga, dan doa.
Sebelumnya, Hamas juga telah membebaskan 20 sandera asal Israel yang masih hidup. Pertukaran ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua pihak mulai membuka ruang untuk rekonsiliasi, meski luka perang masih terasa dalam.
Kesepakatan yang diprakarsai oleh Amerika Serikat ini disebut sebagai akhir dari perang antara Israel dan Hamas sekaligus membuka peluang perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah. Banyak pihak berharap, momen bersejarah ini tidak sekadar menjadi jeda di antara peperangan, tetapi benar-benar menjadi awal baru bagi perdamaian yang nyata.
Sumber: *Associated Press*
