Jakarta, lpkpkntb.com– Otoritas Iran masih memberlakukan kebijakan blokade selektif di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Selat Hormuz diketahui menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global, sehingga setiap gangguan di wilayah ini dapat berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi internasional.
Baca:Israel Ancam Bunuh Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei, Konflik Timur Tengah Makin Panas
Iran membatasi akses pelayaran di kawasan tersebut secara spesifik berdasarkan afiliasi negara asal kapal. Armada dari negara-negara yang dinilai berkonflik dengan Teheran dilaporkan dilarang melintas, sedangkan sejumlah negara yang dianggap netral masih diberikan akses terbatas, termasuk Indonesia.
Status Armada Pertamina di Selat Hormuz
Terkait perkembangan kapal tanker asal Indonesia, pemerintah Iran dilaporkan telah memberikan lampu hijau bagi armada kapal milik Pertamina Group. Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI).
Kemlu menjelaskan bahwa persetujuan Iran ini merupakan hasil koordinasi intensif yang melibatkan banyak pihak, mulai dari Kemlu RI, KBRI Teheran, Pertamina, Kedutaan Besar Iran di Jakarta, hingga otoritas terkait di Teheran.
Pemerintah Iran disebut telah menyampaikan pertimbangan positif terhadap jaminan keamanan bagi armada kapal milik Pertamina Group untuk melintasi Selat Hormuz. Namun demikian, pelayaran tersebut belum bisa langsung dilakukan.
Kemlu RI mencatat, tindak lanjut atas tanggapan positif Iran tersebut masih membutuhkan kesiapan teknis dari pihak Pertamina, terutama dalam hal perlindungan asuransi pelayaran serta kesiapan kru kapal.
Kemlu RI dan KBRI Teheran menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran serta keamanan pelayaran armada kapal Indonesia di kawasan Selat Hormuz.
Dinamika Izin Lintas Negara Sahabat
Di kawasan Asia, beberapa negara dilaporkan telah memperoleh izin khusus untuk mengoperasikan armada kapal tankernya melintasi Selat Hormuz.
China disebut telah menerima jaminan keamanan penuh dari Iran untuk seluruh kapal tankernya. Meski demikian, sempat terjadi penundaan keberangkatan pada akhir pekan lalu karena alasan teknis.
Selain China, sejumlah negara lain seperti Pakistan, India, dan Malaysia juga telah mengantongi izin serupa setelah menjalani komunikasi bilateral dengan pemerintah Iran.
Negara Eropa Masih Dibatasi
Sementara itu, Iran menerapkan perlakuan berbeda terhadap negara-negara Eropa. Hingga saat ini, Spanyol menjadi satu-satunya negara Eropa yang mendapatkan izin melintas, karena dinilai tetap mematuhi hukum internasional dan menjaga sikap netral.
Adapun permohonan akses dari negara seperti Prancis dan Italia disebut masih belum memperoleh persetujuan resmi dari otoritas Iran.
Daftar Negara yang Diizinkan Melintas Selat Hormuz
Berdasarkan pembaruan terakhir pada Sabtu (28/3/2026), berikut rincian status perizinan kapal komersial berdasarkan asal negara yang dapat melintasi Selat Hormuz:
- China
- Pakistan
- India
- Malaysia
- Indonesia (dalam tahap kesiapan teknis operasional Pertamina)
- Spanyol
Sementara beberapa negara lain masih menunggu keputusan, dan negara-negara yang dianggap berkonflik dengan Teheran tetap dibatasi.
Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Perdagangan Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang selama ini menjadi titik penting perdagangan minyak dan gas dunia. Ketegangan politik serta konflik regional di kawasan Timur Tengah membuat jalur ini menjadi perhatian utama pasar global.
Kebijakan Iran yang bersifat selektif dalam memberikan izin lintas kapal tanker dinilai berpotensi mempengaruhi rantai pasok energi internasional, serta memicu kenaikan harga minyak dunia jika situasi semakin memburuk.
