Semakin Terlihat Baliho Mulai Terpasang Prabowo dan Walikota Solo Bertebaran

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Wacana Gibran menjadi cawapres sebelumnya digaungkan sejumlah kelompok relawan Jokowi. Usulan tersebut berbarengan dengan kemesraan Jokowi dengan Prabowo dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu nama Gibran pun mulai muncul dalam radar sejumlah survei untuk Pilpres 2024.

Pada survei Algoritma Research & Consulting Mei-Juni 2023, Gibran masuk bursa cawapres.

Elektabilitas Gibran 5,2 persen. Ia masih kalah dari sejumlah nama bakal cawapres populer seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, Mahfud MD, Ridwan Kamil, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Melansir laman CNNIndonesia. Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merekam nama Gibran di simulasi 24 nama dan 12 nama cawapres. Pada simulasi 12 nama, elektabilitas Gibran mencapai 9 persen.

Baca juga;

Akhir Cerita Bayi Tertukar di Bogor Bikin Mewek RS Sentosa Buka Suara

Merangkak naiknya elektabilitas Gibran sebagai cawapres bersamaan dengan gugatan syarat usia calon presiden dan calon wakil presiden.

Analis politik sekaligus CEO Voxpol Center Research Pangi Syarwi Chaniago menilai ada rencana besar mengikutsertakan Gibran dalam Pilpres 2024.

Dia menyebut hal itu terlihat dari gugatan syarat usia capres-cawapres yang secara langsung ataupun tidak langsung mengakomodasi Gibran.

Baca juga:

Tanggapan Partai Demokrat Soal Wacana Duet Ganjar-Anies Pilpres 2024

“Rencana besar memang ada, tetapi wakil presiden. Artinya, Gibran tidak akan kesulitan kalau syarat usia dipenuhi MK turun ke 35 tahun,” kata Pangi.

Peneliti ilmu politik Universitas Harvard, Amerika Serikat, Seth Soderborg, menyoroti gugatan syarat usia capres-cawapres yang berbarengan dengan kans Gibran ikut pilpres.

Menurutnya, banyak negara memang telah menerapkan syarat usia capres-cawapres 35 tahun. Namun, kasus di Indonesia bertalian dengan potensi keikutsertaan anak dari presiden
“Di banyak negara itu ya 35 tahun. Kalau itu putusan MK, lebih dekat dengan banyak negara lain,” kata Seth.

Baca juga:

Seleksi Calon Pegawai Negeri Kejaksaan RI Buka 8.095 Formasi

Selain itu, dia menilai Jokowi tak melarang anaknya ikut pilpres. Jokowi cuma mengatakan usia Gibran belum memenuhi syarat undang-undang.

Pangi menilai sikap Jokowi sangat mungkin berubah jika MK mengabulkan gugatan tentang syarat usia capres-cawapres. Dia pun melihat potensi perubahan peta politik jika MK mengabulkan gugatan.

“Kalau umur ini cukup, potensi Pak Jokowi mengizinkan Gibran tarung sebagai cawapres itu ada meskipun harus head to head dengan Ganjar, [Pranowo–bakal capres PDIP), Megawati (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri), dan PDIP,” ujarnya.

“Ya daripada dukung orang lain, mending anak sendiri kan?” imbuhnya.

Kemudian, hasil survei dari LSI Denny JA yang dilansir dari berbagai sumber yakni
Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA juga merilis hasil jajak pendapat mengenai bakal calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto. Dari 4 tokoh yang masuk dalam survei ini, salah satunya Gibran Rakabuming Raka.

Survei LSI Denny JA ini bertajuk ‘Gibran, Generasi Milenial & Pertarungan Cawapres 2024’. LSI Denny JA menyebut Gibran merupakan satu-satunya wakil dari generasi milenial di daftar cawapres beredar.

Pengumpulan data survei LSI Denny JA dilakukan pada periode 3-15 Juli 2023 dengan melibatkan 1.200 responden yang diwawancarai tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Metodologi sampling yakni multistage random sampling dan dilengkapi riset kualitatif. Survei ini disebut mempunyai margin of error +- 2,9%.

LSI Denny JA membedah kekuatan Gibran dibanding tiga nama lain yang santer disebut-sebut akan mengisi pos cawapresnya Prabowo Subianto. “Kekuatan Gibran dibandingkan cawapres Prabowo lainnya, ada Pak Erick, kemudian Pak Airlangga, kemudian juga Pak Muhaimin,” kata pembicara LSI Denny JA, Ardian Sopa, dalam rilis survei secara virtual, Senin (14/8/2023).

Ada dua faktor dalam perbandingan kekuatan Gibran dan 3 nama lain untuk bursa cawapresnya Prabowo. Faktor tersebut yakni tingkat popularitas dan kesukaan.

Berikut simulasi dan hasilnya:

1.
Anies-AHY: 23,4%
Ganjar-Sandiaga: 34,1%
Prabowo-Erick Thohir: 33,9%
Tidak tahu/tidak jawab: 8,6%

2.
Anies-Yenny: 22,6%
Ganjar-Erick: 35,5%
Prabowo-Airlangga Hartarto: 32,6%
Tidak tahu/tidak jawab: 9,4%

3.
Anies-AHY: 24,3%
Ganjar-Erick: 35,8%
Prabowo-Gibran: 31,2%
Tidak tahu/tidak jawab: 8,8%.

**