Bank NTB Syariah KC Surabaya Tindaklanjuti Pengajuan Pembiayaan Proyek Strategis Nasional

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Progres Bank NTB Syariah Bikin Bangga NTB. Saat ini pengusaha besar konstruksi di Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengajukan pembiayaan hingga belasan miliar ke Bank NTB Syariah. Pengajuan pembiayaan melalui Kantor Cabang Bank NTB Syariah di Surabaya kini tengah diproses.

Masuk dalam kategori calon nasabah besar, permohonan pembiayaan belasan miliar untuk mendukung Proyek Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru Tahap II di Desa Tempuran, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur ini ditindaklanjuti oleh Kantor Pusat Bank NTB Syariah di Mataram.

Baca Juga:

Bank NTB Syariah Cabang Surabaya Berprestasi di Jawa Timur, Bikin Bangga NTB

Bank NTB Syari’ah Cabang Surabaya Melayani Pembiayaan Rentabilitas Hingga 70 Miliar

Sebagai tindak lanjut, Kantor Pusat Bank NTB Syariah menerjunkan langsung tiga divisi ke Jawa Timur. Di antaranya, tim Divisi KRM (Komersial, Retail & Mikro), tim Divisi APR (Administrasi Pembiayaan Remedial Recovery), tim Divisi RBN (Risiko Bisnis), didampingi langsung oleh tim dari Kantor Cabang Surabaya.

Tim ini bekerja selama tiga hari, untuk melakukan survei, dan validasi dengan pihak yang mengajukan pembiayaan, yaitu, PT. Rajendra Pratama Jaya.

Verifikasi dilakukan terhadap lokasi usaha dan agunan PT. Rajendra Pratama Jaya di Jember, serta lokasi proyek PT. Rajendra Pratama Jaya di Lumajang yang sumber anggarannya dari Kementerian PUPR (APBN) Proses verifikasi dilakukan sangat ketat, tim dari Bank NTB Syariah juga harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam dari satu lokasi ke lokasi lain untuk melakukan validasi dan tindaklanjut dari permohonan pembiayaan.

DAFTAR 53 TPS DI NTB AKAN MELAKUKAN PEMUNGUTAN SUARA ULANG (PSU) KAB/KOTA

Ahadiyatna Halid, Relationship Manager Kantor Pusat Bank NTB Syariah mengatakan, permohonan pembiayaan dari PT. Rajendra Pratama Jaya sudah mendapatkan disposisi untuk ditindaklanjuti dan direview kelengkapan dokumennya. Kalau dokumen kalau sudah lengkap, kita lakukan pengecekan atau verifikasi langsung kepada calon nasabah yang mengajukan permohonan, katanya.

Verifikasi dilakukan melibatkan beberapa divisi sekaligus, dari bisnis, risiko, pembiayaan untuk melakukan analisa dokumen kontrak proyek, agunan dan mitigasi risiko. Dari pengecekan lokasi usaha, pengecekan keabhasahan dokumen yang agunan, kemampuan pengembalian pembiayaan, laporan keuangan perusahaan pada tahun sebelumnya, hingga konfirmasi kepada pemberi kerja untuk memastikan syarat-syarat pembiayaan sudah terpenuhi.

Setelah kita collecting data, baru kita susun nota analisa untuk selanjutnya dilengkapi dan dibahas di komite pembiayaan. Kalau sudah semua divisi setuju dan dianggap layak dibiayai, baru kita serahkan dokumen administrasi dan pencairan, ujarnya.
Proses ini menurut Halid, memakan waktu hingga hampir sebulan untuk proses pembiayaan dicairkan.

Secara proses menurutnya prudential harus menjadi aspek utama. Dan disisi lain, bank harus memperhatikan ekspektasi nasabah. Misalnya, proses yang cepat, dan sama-sama menguntungkan. Antara kehati-hatian penyaluran kredit dengan ekspektasi nasabah harus berjalaan berbarengan.

Aspek kehati-hatian bank harus diutamakan sebelum merealisasikan pembiayaan, apalagi terhadap pembiayaan-pembiayaan besar. tidak bisa serta merta pengajuan langsung dicairkan karena merasa layak dibiayai. Seluruh tahapan Analisa harus terpenuhi dulu, demikian Halid.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Rajendra Pratama Jaya, Rian Mahendra mengatakan, basis perusahaannya adalan kontraktor yang sudah melaksanakan sejumlah proyek-proyek strategis yang dibiayai oleh APBN dan APBD. Pengajuan pembiayaan belasam miliar ini pertama kali diajukan di Bank NTB Syariah.

Wakil Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Jember ini menyampaikan ketertarikannya mengajukan pembiayaan ke Bank NTB Syariah karena referensi dari kontraktor-kontraktor yang ada di Jawa Timur.

Referensinya dari temen-temen (kontraktor) karena prosesnya tidak terlalu ribet, banyak teman teman kontraktor yang cocok. Akhirnya kita coba ajukan (pembiayaan) ke Bank NTB Syariah,katanya.

Diketahuinya, Bank NTB Syariah sudah memberikan pelayanan yang cukup baik dari proses awalnya hingga proses akad kredit, hingga pencairan sudah mendapatkan nilai positif dari pengusaha di Jawa Timur.

Meskipun cukup banyak perbankan di Jawa Timur, Rian mengatakan, Bank NTB Syariah dijadikan referensi utama mendapatkan pembiayaan oleh sejumlah pengusaha konstruksi di Jawa Timur.**